Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

Ibu Rumah Tangga di TTU Sukses Manfaatkan Pekarangan, Cabai Jadi Penopang Biaya Pendidikan Anak

22
×

Ibu Rumah Tangga di TTU Sukses Manfaatkan Pekarangan, Cabai Jadi Penopang Biaya Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini

Kefamenanu-Breakingnewspost.id — Ketekunan seorang ibu rumah tangga di Desa Sekon, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadi contoh nyata bagaimana pekarangan rumah dapat diubah menjadi sumber penghasilan keluarga.

Adalah Bernadetha Sumatri Betri (50), yang akrab disapa Beti. Di sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, ia memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam cabai atau lombok.

“Sebagai ibu rumah tangga, saya selalu usahakan tanam lombok di pekarangan. Puji Tuhan, hasilnya bisa membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Hasil panen cabai yang ia kelola sendiri mampu memberikan nilai ekonomi cukup tinggi. Dalam penjualan, cabai dihargai sekitar Rp50.000 per kilogram, sementara penjualan eceran mencapai Rp5.000.

Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Dua anak laki-lakinya yang masih menempuh pendidikan tinggi bahkan bergantung pada hasil kebun kecil tersebut untuk biaya kuliah dan tempat tinggal.

Dikelola Mandiri, Hasil Maksimal

Beti mengaku seluruh proses dilakukan secara mandiri, mulai dari pembelian bibit hingga perawatan tanaman. Ia menggunakan bibit cabai lokal maupun hibrida yang dibelinya sendiri.

Proses penanaman dimulai dari penyemaian benih. Setelah berumur sekitar satu bulan, bibit dipindahkan ke wadah seperti gelas air mineral atau polybag. Sebulan kemudian, tanaman dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan.

Perawatan dilakukan secara rutin dengan pemupukan menggunakan pupuk kandang serta penyiraman dua kali sehari.

“Kalau dirawat baik, hasilnya juga baik,” katanya.

Apresiasi dan Harapan

Kunjungan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) NTT Bergita Abi ke kediaman Beti menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan semangatnya dalam membantu perekonomian keluarga.

Menurutnya, apa yang dilakukan Beti merupakan contoh nyata peran perempuan dalam mendukung kesejahteraan rumah tangga melalui pemanfaatan sumber daya yang ada.

“Ini contoh yang baik. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, seorang ibu bisa membantu ekonomi keluarga sekaligus menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar semangat seperti ini dapat ditularkan kepada masyarakat luas, khususnya para ibu rumah tangga, agar lebih produktif dalam mengelola potensi di sekitar rumah.

Inspirasi dari Pekarangan Sederhana

Di tengah keterbatasan, langkah sederhana Beti membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat dimulai dari hal kecil. Pekarangan rumah yang sebelumnya biasa saja, kini menjadi sumber harapan bagi masa depan anak-anaknya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa ketahanan keluarga tidak selalu bergantung pada skala besar, tetapi juga dari ketekunan dan konsistensi dalam memanfaatkan peluang yang ada.

(Bergita Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *