Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

HARGA SAWIT RP2.850/KG, ANTREAN TRUK MENGULAR HINGGA TRANS SULAWESI

4
×

HARGA SAWIT RP2.850/KG, ANTREAN TRUK MENGULAR HINGGA TRANS SULAWESI

Sebarkan artikel ini

MAMUJU TENGAH-BreakingNewspost.id – Menguatnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi angin segar bagi para petani dan pelaku usaha di Kabupaten Mamuju Tengah. Namun di saat yang sama, lonjakan pasokan buah memicu pemandangan luar biasa: deretan kendaraan pengangkut memadati akses masuk pabrik hingga memanjang jauh ke ruas Jalan Trans Sulawesi.

Fenomena tersebut terlihat jelas di lokasi PT Mitra Andalan Sawit (MAS), Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Selasa (23/6/2026). Sejak pagi hingga siang hari, puluhan truk besar dan sejumlah kendaraan pick-up milik petani terlihat berjejer rapi, membentuk antrean panjang yang mengular.

Mereka menunggu giliran untuk masuk ke area timbangan dan bongkar muat. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kemacetan ini tidak hanya terjadi di jalan internal perusahaan, tetapi juga meluber hingga ke jalur utama Trans Sulawesi, mengganggu arus lalu lintas umum yang melintas.

Situasi ini tak lepas dari tren harga TBS yang saat ini dinilai cukup membaik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petani dan sopir, harga pembelian di pintu masuk PT MAS berada pada kisaran Rp2.850 per kilogram.

Angka tersebut dinilai cukup menarik dan memberikan harapan baru bagi kesejahteraan petani setelah sekian lama berjuang di tengah fluktuasi harga.

Buah yang masuk memang sedang banyak sekali. Harga sekarang cukup bagus, jadi hampir semua petani berusaha segera mengirim hasil panennya ke pabrik supaya dapat harga yang maksimal,” ujar salah seorang sopir yang sedang mengantre.

Kondisi ini memicu gelombang pengiriman yang tinggi secara bersamaan. Petani berlomba memanen dan mengirimkan hasil kebun mereka, berharap dapat memanfaatkan momen kenaikan harga ini sebaik mungkin.

Di balik semangat itu, terdapat tantangan logistik yang nyata. Para pengemudi mengaku harus bersabar menunggu berjam-jam sebelum muatan mereka bisa ditimbang dan dibongkar.

Waktu tunggu yang lama ini tentu berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional. Selain itu, kemacetan yang terjadi juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang lain yang menggunakan jalur Trans Sulawesi.

Kalau antreannya terlalu panjang tentu berpengaruh pada jadwal kerja dan biaya solar. Kami berharap ada solusi agar proses penerimaan buah bisa lebih cepat dan tertib,” keluh salah satu pengemudi.

Fenomena antrean panjang ini sekaligus menjadi cerminan betapa vitalnya peran industri sawit bagi roda ekonomi Mamuju Tengah. Ketika harga naik, seluruh sektor ikut bergerak: produksi meningkat, transportasi ramai, dan aktivitas ekonomi masyarakat berputar kencang.

Namun, lonjakan volume ini juga menjadi ujian bagi manajemen perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan efektivitas pelayanan. Publik berharap adanya manajemen antrean yang lebih baik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari manajemen PT Mitra Andalan Sawit terkait durasi antrean maupun langkah strategis yang akan diambil untuk mengurai kepadatan tersebut.

Pada akhirnya, kenaikan harga sawit adalah kabar baik yang dinanti-nantikan. Tantangan ke depannya adalah bagaimana memastikan bahwa “berkah” harga ini benar-benar dinikmati oleh petani, didukung oleh distribusi yang lancar, dan tidak tergerus oleh inefisiensi di lapangan.

Masyarakat kini berharap, antrean panjang itu bukan sekadar gambaran buah yang melimpah, melainkan juga pertanda bahwa kesejahteraan sektor perkebunan sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

@Lamellong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *