Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Mentan Amran kepada Mahasiswa Papua: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Mari Bangun Pertanian Berbasis Potensi Lokal”

44
×

Mentan Amran kepada Mahasiswa Papua: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Mari Bangun Pertanian Berbasis Potensi Lokal”

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,BreakingNewspost.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda Papua untuk mengambil peran sentral sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah melalui sektor pertanian. Pendekatan yang ditawarkan bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, kearifan lokal, dan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing wilayah.

Ajakan hangat tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima dan berdialog langsung dengan sekitar 150 mahasiswa asal berbagai wilayah di Tanah Papua di kediaman pribadinya, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pertemuan yang berlangsung akrab itu dihadiri perwakilan dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, maupun wilayah Papua lainnya.

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa memaparkan beragam potensi unggulan yang dimiliki daerah mereka, mulai dari komoditas pangan strategis seperti ubi jalar dan sagu, hingga komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi seperti kopi, kakao, pala, kelapa, serta potensi besar di sektor peternakan dan perikanan.

Membuka dialog, Mentan Amran langsung mencairkan suasana dengan menegaskan kedekatan emosional dan kekerabatan yang terjalin. Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar pertemuan resmi antara pejabat negara dan masyarakat, melainkan pertemuan keluarga besar.

Saya dari gunung di Sulawesi Selatan, namun saudara-saudara saya banyak di Papua. Kenapa saya undang ke rumah pribadi? Karena Anda bertemu dengan kakakmu sendiri, saudara sendiri. Saya Kaka Menteri, orang Papua juga. Mari kita bangun Papua bersama-sama,” ujar Amran disambut tepuk tangan dan antusiasme tinggi dari seluruh hadirin.

Pembangunan Sesuai Kebutuhan, Ubi Jadi Prioritas

Salah satu aspirasi yang disampaikan datang dari perwakilan mahasiswa Papua Tengah, Edron Tabuni. Ia menekankan pentingnya pengembangan komoditas ubi yang selama ini menjadi makanan pokok dan identitas budaya masyarakat di wilayah pegunungan.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak boleh bersifat seragam atau top-down, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik setiap daerah.

Kalau Papua Tengah dan Papua Pegunungan butuh pengembangan ubi, maka kita dukung penuh ubi. Kita tidak boleh memaksakan model yang tidak sesuai. Pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang memang hidup di tengah mereka,” tegasnya.

Sebagai bentuk respons cepat, Mentan Amran langsung memutuskan untuk menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung budidaya ubi di wilayah tersebut. Bantuan ini dirancang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

Kita sama-sama mengerti dunia pertanian. Kalau alat sudah ada, masyarakat bisa langsung bergerak. Fokus kita adalah membangun ekonomi desa dan menyejahterakan masyarakat langsung di akar rumput,” katanya.

Potensi Telah Dipetakan, Mahasiswa Didorong Jadi Pengusaha

Mentan Amran menjelaskan, Kementerian Pertanian sebelumnya telah melakukan pemetaan menyeluruh dengan melibatkan para gubernur, bupati, tokoh adat, petani, dan pemangku kepentingan lainnya di seluruh Papua. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kekayaan luar biasa, mulai dari pala, sagu, kopi, kakao, jagung, hingga peternakan.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan dorongan kuat kepada para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mulai menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Luasnya kepemilikan lahan, menurutnya, adalah modal emas yang harus dikelola, bukan dibiarkan terbengkalai.

Anda adalah putra-putri terbaik Papua. Anda yang paling berhak dan mampu mengangkat daerah ini karena cerdas dan memiliki tanah yang luas. Jangan biarkan lahan tidur. Manfaatkan sekarang, tanam dari sekarang. Nanti saat wisuda, kebun Anda sudah panen dan menghasilkan,” ujarnya memotivasi.

Ia optimis, dengan pengelolaan yang tepat, pendapatan dari sektor pertanian bisa jauh melampaui gaji pegawai kantoran.

Kami ingin anak muda Papua menjadi pengusaha pertanian yang sukses dan mandiri. Kementerian siap mendukung penuh pengembangan kopi, pala, kakao, maupun pangan lokal sesuai karakter wilayah masing-masing,” tambahnya.

Apresiasi Mahasiswa: Dialog yang Membuka Wawasan

Ronaldo Jakobinesta, mahasiswa asal Papua Barat Daya dari Universitas Kristen Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas ruang dialog yang dibuka. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momen penting bagi anak muda untuk menyuarakan potensi dan kebutuhan daerah secara langsung kepada pemerintah pusat.

Senada dengan itu, Edron Tabuni mengaku bersyukur karena usulan pengembangan ubi mendapat perhatian serius dan tindak lanjut yang nyata berupa bantuan alat. Sementara itu, Onajige Balong dari Papua Pegunungan menilai, ajakan untuk berwirausaha di sektor pertanian membuka perspektif baru bahwa masa depan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal.

Menutup pertemuan, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan Papua bukan hanya soal angka produksi, melainkan tentang membangun manusia yang mandiri, produktif, dan sejahtera.

Papua adalah saudara. Kita bangun bersama, kita maju bersama, dan kita sejahtera bersama,” tutupnya

@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *