Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HukumBerita

Menu MBG di SDN 1 Negara Nabung Jadi Sorotan, Kalori Dinilai Cukup namun Keseimbangan Gizi Dipertanyakan

20
×

Menu MBG di SDN 1 Negara Nabung Jadi Sorotan, Kalori Dinilai Cukup namun Keseimbangan Gizi Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur-Breakingnewspost.id — Menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 1 Negara Nabung, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan sejumlah wali murid. Paket makanan yang diterima siswa dinilai memberikan asupan energi, namun komposisi gizinya dipertanyakan karena dianggap belum sepenuhnya mencerminkan prinsip gizi seimbang.

Menu tersebut dibagikan kepada siswa pada Senin (9/3/2026). Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, paket makanan yang dibagikan terdiri dari satu kotak susu UHT berukuran 125 mililiter, dua lembar roti tawar, satu pastel goreng, serta beberapa butir anggur yang dikemas dalam plastik kecil.

Secara kasat mata, menu tersebut memang memberikan tambahan energi bagi anak-anak. Namun jika dilihat dari komposisi gizinya, sejumlah pihak menilai paket makanan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip gizi seimbang yang menjadi tujuan utama dari program MBG.

Dari estimasi sederhana, total energi yang terkandung dalam paket makanan tersebut diperkirakan berkisar antara 400 hingga 480 kilokalori. Angka tersebut secara umum mendekati kebutuhan energi untuk makanan tambahan bagi anak usia sekolah dasar.

Meski demikian, sumber protein dalam menu tersebut dinilai terbatas karena sebagian besar hanya berasal dari susu, sementara sumber protein lain seperti lauk hewani atau nabati tidak terlihat dalam paket makanan yang dibagikan.

Salah seorang wali murid, Jainal Yusuf, menilai komposisi menu tersebut juga tidak menunjukkan adanya sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat bagi anak.

Menurutnya, porsi buah yang diberikan juga relatif kecil sehingga belum mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral yang seharusnya menjadi bagian dari makanan bergizi bagi anak usia sekolah.

“Dalam konsep gizi seimbang, anak-anak idealnya mendapatkan karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, serta buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Dalam paket yang dibagikan ini, sayuran tidak terlihat dan buah yang diberikan sangat sedikit,” kata Jainal, Senin (9/3/2026).

Ia juga menyoroti dominasi makanan berbasis tepung seperti roti dan pastel dalam menu tersebut. Jika komposisi serupa diberikan secara berulang, kata dia, dikhawatirkan anak-anak hanya mendapatkan asupan kalori tanpa keseimbangan zat gizi yang memadai.

“Jika menu seperti ini diberikan terus-menerus, anak-anak bisa saja hanya mendapatkan energi, tetapi tidak memperoleh zat gizi yang lengkap,” ujarnya.

Program MBG sendiri digagas pemerintah sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung pencegahan stunting dan kekurangan gizi pada anak.

Karena itu, kualitas menu yang disajikan kepada siswa menjadi faktor penting agar tujuan program tersebut benar-benar tercapai.

Jainal menilai evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan perlu diperkuat, khususnya dalam memastikan komposisi makanan yang dibagikan sesuai dengan standar gizi yang dianjurkan.

“Hak anak-anak adalah mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi, bukan sekadar makanan yang mengenyangkan,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Ayu belum memberikan keterangan resmi terkait standar penyusunan menu yang dibagikan kepada siswa di sekolah tersebut.

Redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Kepala SPPG Bumi Ayu, Yoga Pratama Putra, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

(Husnan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *