Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sejarah & Budaya

Lestarikan Warisan Leluhur Agar Tak Punah, Sanggar Sandelwood Timor Gelar Festival Jejak Tari Olibai di Noemuti

20
×

Lestarikan Warisan Leluhur Agar Tak Punah, Sanggar Sandelwood Timor Gelar Festival Jejak Tari Olibai di Noemuti

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU | BreakingNewsPost.id – Semangat melestarikan warisan budaya leluhur kembali digaungkan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Sanggar Sandelwood Timor menggelar Festival Jejak Tari Olibai yang dirangkaikan dengan workshop pelestarian budaya di Aula Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti, Selasa (28/7/2026).

Festival ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi untuk memperkuat identitas budaya Atoin Kaes Metan sekaligus memastikan Tari Olibai tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus. Selain menampilkan Tari Olibai sebagai ikon budaya Noemuti, kegiatan juga dimeriahkan dengan pementasan Tari Bidu Oecusse dari Timor Leste dan Tari Lenso dari Maluku, yang menunjukkan adanya kedekatan historis dan estetika antardaerah di kawasan timur Nusantara.

Ketua Panitia, Teofilio Dasilva Amaral, menjelaskan bahwa workshop dan festival tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap jejak budaya Tari Olibai yang merupakan warisan leluhur masyarakat Noemuti.

Menurutnya, Tari Olibai memiliki kedekatan rumpun budaya dengan Tari Bidu Koremetan dari Oecusse, Timor Leste. Sementara penggunaan properti berupa sapu tangan dalam pementasannya memperlihatkan kesamaan estetika dengan Tari Lenso dari Maluku, sehingga memperkaya perspektif mengenai perjalanan budaya di kawasan timur Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini adalah melestarikan Tari Olibai agar tidak pernah punah ditelan zaman serta memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda melalui workshop yang bersifat partisipatif,” ujar Teofilio.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari generasi muda sebagai peserta workshop hingga tokoh adat dan narasumber yang memahami sejarah, filosofi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Olibai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Timor Tengah Utara, Kristoforus Abi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sanggar Sandelwood Timor yang dinilai berhasil mengangkat seni budaya lokal hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, Tari Olibai memiliki karakteristik yang kuat sebagai identitas budaya masyarakat Noemuti dan merupakan bagian dari tradisi yang berkembang di wilayah tiga bekas swapraja di Timor.

“Sanggar Sandelwood sudah dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kami bangga karena budaya ini mampu dikembangkan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya,” katanya.

Kristoforus menegaskan, Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal, termasuk seni Bidu dan Bonet Massal dari wilayah Miomafo, agar dapat terus diwariskan kepada anak-anak sekolah melalui pendidikan dan berbagai program pelestarian budaya.

“Melestarikan budaya bukan berarti menolak kemajuan zaman. Melestarikan budaya adalah upaya menjaga, merawat, dan mempertahankan nilai-nilai luhur serta warisan leluhur agar tidak punah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Tari Olibai bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan tuntunan yang mencerminkan identitas masyarakat Atoin Kaes Metan, sejarah, kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta kekayaan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, pelestarian Tari Olibai, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku seni, lembaga pendidikan, dan generasi muda.

“Pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sanggar Sandelwood Timor yang terus menggagas pelestarian budaya Atoin Kaes Metan melalui Tari Olibai agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai penguat karakter, pemersatu masyarakat, sekaligus identitas budaya daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Noemuti, Rosa Fernandez, mengajak generasi muda untuk menjadikan budaya sebagai kebanggaan sekaligus identitas yang harus dijaga.

“Dengan workshop dan Festival Tari Olibai ini, generasi muda Noemuti disadarkan bahwa budaya adalah identitas kita yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Di mana pun kita berada, kita harus tetap menunjukkan jati diri sebagai masyarakat Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara,” tuturnya.

Festival Jejak Tari Olibai tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pewarisan nilai, serta penguatan identitas budaya masyarakat Timor Tengah Utara. Di tengah derasnya arus globalisasi, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan daerah sekaligus kekayaan budaya Indonesia.

Reporter: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *