Palopo-BreakingNewspost id —Konflik antarwarga yang melibatkan Kelurahan Buntudatu dan Batwal kembali terjadi dan memicu keresahan di tengah masyarakat. Insiden ini disebut bukan kejadian pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi meskipun berbagai upaya mediasi telah dilakukan oleh pemerintah setempat bersama aparat keamanan.
Berdasarkan informasi di lapangan, ketegangan antarwarga ini sudah beberapa kali terjadi. Setiap kali konflik muncul, pemerintah kelurahan bersama pihak kepolisian, RT/RW, serta tokoh masyarakat langsung turun tangan untuk meredam situasi agar tidak meluas.
Namun demikian, kondisi di lapangan masih sering kembali memanas. Kurangnya kesadaran sebagian warga serta adanya provokasi dan isu yang tidak jelas sumbernya menjadi pemicu konflik terus berulang.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Buntudatu, Anny, S.IP, angkat bicara sekaligus meluruskan berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Perlu kami tegaskan bahwa kejadian antara warga Kelurahan Buntudatu dan Batwal ini bukan kejadian pertama. Ini sudah sering terjadi dan berulang. Kami dari pemerintah kelurahan bersama aparat keamanan sudah berkali-kali lakukan mediasi. Sudahmi dipanggil kedua belah pihak, dilibatkan RT, RW, tokoh masyarakat, semua sudah kita upayakan supaya tidak ada lagi konflik,” ujar Anny.
Ia menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, namun konflik tetap kembali terjadi karena kurangnya kesadaran bersama.
“Kalau dibilang tidak ada upaya, itu tidak benar. Sudah berkali-kali kita dudukkan bersama, kita kasih pemahaman. Tapi memang kembali lagi ke kesadaran masing-masing. Kalau masih gampang terpancing emosi, pasti akan terulang terus,” tambahnya.
Anny juga menegaskan bahwa isu yang menyebut pemerintah mengarahkan warga untuk melakukan penyerangan adalah tidak benar.
“Jadi saya tegaskan di sini, tidak ada itu pemerintah suruh warga pergi menyerang. Tidak pernah ada arahan seperti itu. Janganmi percaya isu-isu yang tidak jelas, apalagi kalau cuma dengar-dengar. Itu bisa memperkeruh keadaan saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa aparat kepolisian sebenarnya sudah mengambil langkah dengan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam konflik tersebut.
“Aparat kepolisian sebenarnya sudah bertindak. Sudah ada juga beberapa orang yang diamankan. Tapi yang jadi kendala, kadang ada keluarganya datang ke Polres mau bebaskan. Ini yang bikin proses penegakan hukum tidak berjalan maksimal. Harusnya kita semua dukung supaya ada efek jera,” ungkapnya.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus terjadi, maka konflik akan sulit diselesaikan secara menyeluruh.
“Kalau tiap diamankan lalu dibebaskan lagi karena tekanan keluarga, ya pasti kejadian begini akan terus berulang. Tidak ada pembelajaran di situ,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam konflik.
“Kami minta betul kesadaran orang tua. Jangan dilepas begitu saja anak-anakta. Harus diawasi, dikasih pemahaman. Karena kalau orang tua tidak ambil peran, pasti kejadian seperti ini akan terus terjadi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Lurah Buntudatu mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga ketertiban lingkungan.
“Sekarang yang paling penting itu kita semua tahan diri. Janganmi gampang terpancing. Mari kita jaga kampungta, jaga ketertiban.
Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan semua elemen masyarakat supaya situasi bisa kembali aman dan kondusif,” tutupnya.
sementara itu, situasi di lokasi kejadian dilaporkan mulai berangsur kondusif, meskipun aparat keamanan masih tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi konflik susulan.
Liputan: AsruL















