Pulau Morotai, BreakingNewsPost. id — Komitmen menjaga kerukunan dan stabilitas sosial kembali ditegaskan melalui kegiatan Deklarasi Damai Umat Beragama yang digelar di Aula Polres Pulau Morotai, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga perwakilan pemuda. Deklarasi tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama dalam menjaga kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat di Pulau Morotai.
Kapolres Pulau Morotai, Dedi Wijayanto, menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama, bukan menjadi sumber perpecahan. “Keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memecah. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian di daerah ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Pulau Morotai mengajak masyarakat untuk terus mengedepankan sikap bijak dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyikapi arus informasi di era digital. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya yang berpotensi memicu konflik sosial.
Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyepakati sejumlah komitmen bersama, di antaranya:
Menjaga kerukunan antarumat beragama
Menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme
Mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan
Selain itu, penguatan nilai persatuan dan persaudaraan juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam deklarasi tersebut sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Deklarasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi komitmen nyata yang terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan adanya deklarasi ini, seluruh elemen masyarakat di Pulau Morotai diharapkan dapat terus menjaga stabilitas sosial dan memperkuat toleransi, sehingga kedamaian tetap terjaga sebagai tanggung jawab bersama.
Penulis :
Marnisto Gula















