Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PemerintahBerita

Gubernur NTT Dorong OSOP SMAN 3 Kupang Jadi Mesin Ekonomi Siswa

7
×

Gubernur NTT Dorong OSOP SMAN 3 Kupang Jadi Mesin Ekonomi Siswa

Sebarkan artikel ini

KUPANG | BreakingNewspost. Id — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong One School One Product (OSOP) di SMAN 3 Kupang tidak berhenti sebagai program sekolah, tetapi menjadi ruang produksi dan kewirausahaan yang mampu menciptakan nilai ekonomi.

Dorongan itu disampaikan Melki saat meresmikan produk OSOP dan menanam perdana anakan hortikultura di lahan Edu Farm SMAN 3 Kupang, Jumat (11/9/2026).

Melki menilai siswa perlu belajar dari seluruh rantai produksi, mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah, mengemas hingga memasarkan produk.

“Ini adalah kegiatan menanam masa depan,” ujar Melki.

Menurut dia, sekolah tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Pendidikan harus memberi ruang bagi siswa untuk mencoba, menghasilkan produk, berinovasi, dan memahami bagaimana sebuah usaha menciptakan nilai.

“Sekolah harus menjadi tempat di mana anak-anak kita tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga belajar bagaimana kehidupan bekerja,” katanya.

Kepala SMAN 3 Kupang Ishak Balbesi mengatakan sekolah mengembangkan OCOP (One Class One Product) sebagai turunan OSOP. Siswa mengolah daun kelor, ubi-ubian, jagung manis, hingga kerajinan tangan untuk dipasarkan melalui bazar dan Marketplace OSOP SMANTIG.

Sekolah juga meluncurkan tiga inovasi, yakni Aplikasi Kelasio SMANTIG, Marketplace OSOP, dan Edu Farm/Agroedukasi SMANTIG. Ketiganya diarahkan untuk menghubungkan pembelajaran, teknologi, kewirausahaan, serta praktik pertanian.

Ishak menyebut sekolah juga menjalankan program SMANTIG Peduli Stunting bersama Puskesmas Oepoi dan mendampingi 10 anak sejak 2024. Di bidang akademik, sekolah memberikan pendampingan untuk perguruan tinggi, sekolah kedinasan, serta TNI/Polri.

Di tengah pengembangan program tersebut, Melki meminta inovasi sekolah tidak berhenti pada peluncuran. Setiap program harus menghasilkan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Melki menyampaikan duka atas gempa yang berdampak terhadap masyarakat Flores serta dua anak NTT yang meninggal saat menjalankan pengabdian di Papua.

“Duka mereka adalah duka kita bersama, luka mereka adalah luka kita semua,” tuturnya.

Penulis: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *