Kefamenanu, breaking news post. Id-comHari ini Selasa(14/4/2026) sang mentari belum sepenuhnya tinggi, namun kehidupan telah berdenyut hangat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara.
Tawa kecil anak-anak bersahutan, berpadu dengan langkah para ibu yang menggendong harapan di pelukannya.
Di sudut yang sederhana namun penuh makna, Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Kemenag TTU kembali menggelar kegiatan pemeriksaan rutin—sebuah ikhtiar kecil yang menyimpan mimpi besar bagi masa depan.
Sebanyak 33 anak hadir, membawa cerita masing-masing dalam perjalanan tumbuh kembangnya.
Ada yang masih malu-malu dalam dekapan ibu, ada pula yang mulai berani menatap dunia dengan mata berbinar.
Mereka bukan sekadar angka dalam catatan kesehatan, melainkan generasi yang sedang dipersiapkan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU, Marianus Keo,S.Fil,M.Ed menegaskan bahwa perhatian terhadap anak bukanlah hal yang terpisah dari pelayanan keagamaan. Baginya, iman dan kemanusiaan bertumbuh seiring, dimulai dari kepedulian terhadap kehidupan sejak dini.
“Anak-anak ini adalah wajah masa depan Bangsa Indonesia Indonesia Tercinta.Bagaimana mereka dirawat, diperhatikan, bahkan sejak dalam kandungan, akan menentukan arah hidup mereka kelak,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Hadirnya Posyandu di lingkungan Kemenag TTU menjadi bukti nyata bahwa pelayanan tidak berhenti pada ruang-ruang ibadah, tetapi menjangkau denyut kehidupan masyarakat. Posyandu ini terbuka bagi siapa saja—baik anak-anak pegawai Kemenag maupun masyarakat sekitar—menjadi ruang bersama tempat kasih dan perhatian bertemu dalam tindakan nyata.
Dalam kegiatan tersebut, Natalia Seran bersama tim dari Puskesmas Sasi Kefamenanu turut ambil bagian. Dengan telaten, mereka memantau pertumbuhan anak-anak sekaligus membagikan obat cacing bagi balita usia 12 hingga 60 bulan. Sentuhan pelayanan kesehatan itu terasa hangat, menyatu dengan semangat pengabdian yang tulus dari Puskesmas Kota Kefamenanu yang berpusat di bilangan Sasi.
Di balik kelancaran kegiatan, para kader posyandu bekerja tanpa lelah. Dengan senyum yang tak pernah pudar, mereka melayani para ibu dan anak dengan sepenuh hati—menimbang, mencatat, memberi arahan, dan menenangkan.
Mereka adalah penjaga kecil di garis depan kehidupan, yang memastikan setiap anak mendapat perhatian yang layak.
Tak ketinggalan, semangat gotong royong juga terlihat dari para bapak di lingkungan Kemenag TTU. Di bawah koordinator Umum Agus Ba’un, bersama stafnya Sintu Lopes,Nikson mereka sigap menyiapkan meja, kursi, dan segala kebutuhan teknis.
Barangkali sederhana, namun dari tangan-tangan itulah kegiatan berjalan lancar, menghadirkan kenyamanan bagi semua yang hadir.
Posyandu ini bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah ruang perjumpaan—antara harapan dan kepedulian, antara pelayanan dan kasih sejalan dengan program Asta Protas tentang Cinta terhadap sesama.Di sana, masa depan sedang dirawat perlahan, dalam pelukan kebersamaan yang mesra.
Dan di antara tawa anak-anak yang menggema, terselip doa-doa sunyi:
semoga mereka tumbuh sehat, kuat, dan kelak menjadi cahaya bagi negeri, bahkan dari tapal batas ini.
Tak ketinggalan MBG (Makanan Bergizi Gratis) di bawah pengolahan YABIKU pun turut memberikan andil di Pos Yandu Kemenag TTU di Jln.L.Lake Kefamenanu.
Garasi mobil dan motor yang dipakai untuk Pos Yandu pun telah menjadi saksi bisu bertahun-tahun lamanya.
Semuanya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan (Unforgettable memories).
Kontributor:V.Sintu Lopes















