Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Buka Puasa Bersama Jadi Simbol Kekompakan Pemerintah dan Masyarakat Luwu

34
×

Buka Puasa Bersama Jadi Simbol Kekompakan Pemerintah dan Masyarakat Luwu

Sebarkan artikel ini

Belopa-Breakingnewspost.id — Senin 2 Maret 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Luwu saat Bupati H. Patahudding dan Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu menggelar acara buka puasa bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Luwu.

Acara ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum sarat makna untuk memperkuat tali silaturahmi, membangun komunikasi harmonis, dan menumbuhkan semangat kolektif seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan Luwu yang lebih maju, religius, dan sejahtera. Ramadan dimaknai sebagai bulan penyucian jiwa, waktu untuk introspeksi diri, sekaligus energi baru bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bergerak bersama membangun daerah.

Sejak sore hari, para tamu mulai berdatangan. Suasana hangat terlihat dari senyum, salam, dan jabat tangan antar-undangan. Kebersamaan ini menggambarkan bahwa di atas segala perbedaan tugas dan jabatan, seluruh elemen memiliki tujuan yang sama: membangun Luwu dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan kepedulian.

Bupati Luwu, H. Patahudding, dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh makna yang memotivasi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat:

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah simbol kekompakan dan kebersamaan kita. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan Forkopimda, OPD, camat, kepala desa, serta seluruh masyarakat. Mari kita jaga soliditas, saling menguatkan, dan terus memperkuat sinergi untuk kemajuan Luwu.”

Ia menekankan bahwa Ramadan mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam setiap kebijakan dan layanan publik, serta dalam setiap tindakan nyata yang diambil untuk kemaslahatan masyarakat.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan ego, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa dalam setiap langkah kita sebagai pelayan masyarakat,” tambah H. Patahudding.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menyampaikan pesan inspiratif yang menekankan pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan soliditas seluruh elemen masyarakat dan pemerintah:

“Ramadan adalah bulan yang menyatukan. Di bulan ini, kita diajarkan bahwa kekuatan terbesar ada pada kebersamaan. Mari kita tinggalkan perbedaan yang tidak perlu dan fokus pada tujuan besar kita:

membangun Luwu yang maju, adil, dan sejahtera. Kita harus berani berbenah, berani berubah, dan berani melangkah lebih maju,” tegasnya.

Muh. Dhevy juga menekankan pentingnya membangun karakter dan mentalitas yang kuat, selain membangun infrastruktur fisik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat lahir dari integritas, disiplin, dan konsistensi pemerintah dalam memberikan pelayanan yang tulus dan berpihak kepada rakyat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat yang menekankan pentingnya ukhuwah, kepedulian sosial, dan amal kebaikan di bulan suci Ramadan. Doa bersama dipanjatkan agar Kabupaten Luwu senantiasa diberkahi, aman, dan maju. Saat azan Magrib berkumandang, seluruh undangan berbuka puasa bersama dalam suasana khidmat, penuh rasa syukur, dan tawa ringan yang hangat.

Kebersamaan ini menjadi simbol kuatnya komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Momentum buka puasa bersama bukan hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga energi moral yang menumbuhkan motivasi kolektif dalam membangun daerah.

Dengan soliditas, sinergi, dan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Luwu optimistis dapat membawa daerah ini melangkah lebih maju, religius, dan berdaya saing, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Luwu. Ramadan kali ini menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar sebuah daerah terletak pada kebersamaan dan kerja nyata semua pihak untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah.

Liputan: AsruL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *