Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

Sinergi BUMDes, Polsek, dan Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan di Sikka 10.000 Bibit Cabe Laju Ditanam di Nenbura, Targetkan Doreng Jadi Sentra Produksi

8
×

Sinergi BUMDes, Polsek, dan Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan di Sikka 10.000 Bibit Cabe Laju Ditanam di Nenbura, Targetkan Doreng Jadi Sentra Produksi

Sebarkan artikel ini

Maumere-BreakingNewspost.id — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa terus digalakkan di wilayah Kabupaten Sikka. Sebanyak 10.000 bibit cabe laju ditanam di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, melalui kolaborasi antara BUMDes Pura Bekor dan Kelompok Tani Sinar Napun Wulat, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tanam perdana ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, hingga tenaga pendamping pertanian. Perwakilan Polsek Bola melalui Bhabinkamtibmas Desa Nenbura dan Desa Hokor turut hadir bersama Camat Doreng, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pendamping desa, tokoh rohani, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pemberkatan bibit cabe dan tomat yang dipimpin Romo Ris sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus permohonan agar tanaman tumbuh subur dan terhindar dari hama.

Perwakilan BUMDes Pura Bekor, Hubertus, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari program ketahanan pangan desa yang berorientasi pada keberlanjutan produksi dan pemasaran.

Direktur BUMDes Pura Bekor, Johanis Jawa, menegaskan bahwa penanaman cabe dalam skala besar ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Kami ingin memastikan kebutuhan dapur warga tetap terpenuhi. Hasil panen nantinya akan dikelola BUMDes untuk memenuhi pasar lokal hingga antar desa,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari aparat kepolisian. Bhabinkamtibmas Desa Nenbura dan Desa Hokor, termasuk Heribertus Fahik, turut terlibat langsung dalam proses penanaman bersama kelompok tani.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Kami siap mengawal program ini dari tahap penanaman hingga panen agar berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Doreng melalui Sekretaris Camat, Servasius Ajimus Aliando, yang mewakili camat, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor tersebut.

“Ini adalah contoh kolaborasi yang baik. BUMDes sebagai motor penggerak, kelompok tani sebagai pelaksana, didukung oleh Polri, PPL, dan pendamping desa. Doreng diharapkan bisa menjadi salah satu lumbung cabe di Sikka,” katanya.

Dari sisi teknis, PPL Kecamatan Doreng, Evi, menjelaskan bahwa varietas cabe laju dipilih karena masa panennya relatif cepat, sekitar 70 hingga 80 hari, serta memiliki ketahanan terhadap penyakit.

“Kami menerapkan jarak tanam 60 x 50 sentimeter. Kelompok tani juga sudah mendapatkan pelatihan mulai dari pembibitan hingga pengendalian hama,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Sinar Napun Wulat, Albertus Edisius, menegaskan komitmen kelompoknya untuk merawat seluruh tanaman hingga masa panen.

“Kami yang berjumlah 15 orang berkomitmen menjaga 10.000 pohon cabe ini sampai panen. Ini bukan sekadar program, tetapi untuk masa depan masyarakat Nenbura,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa syukur dan makan bersama yang memanfaatkan hasil kebun warga setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Reporter: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *