MINAHASA UTARA-Breakingnewspost.id— Upaya penguatan mutu pendidikan anak usia dini berbasis keagamaan terus dilakukan oleh Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara (Kemenag Minut). Rabu (4/3/2026), tim Pendis melaksanakan monitoring Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di RA Al-Ikhlas Watudambo sebagai bagian dari pengawasan rutin sekaligus pembinaan mutu satuan pendidikan Raudhatul Athfal (RA).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pengawas Madrasah RA, Eka Suryani Hidayat, S.Pd., dan diterima oleh Kepala RA Al-Ikhlas Watudambo bersama seluruh tenaga pendidik. Monitoring dilakukan secara langsung di ruang kelas saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga pengawas dapat melihat secara faktual dinamika interaksi antara guru dan peserta didik.
Dalam pengawasan itu, sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain metode dan strategi pembelajaran yang digunakan guru, keterlibatan aktif siswa, pemanfaatan media pembelajaran, hingga kelengkapan administrasi seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), jurnal harian, dan perangkat evaluasi. Observasi juga mencakup penguatan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan RA.
Eka Suryani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan monitoring tidak dimaksudkan semata-mata sebagai kontrol administratif, melainkan sebagai instrumen pembinaan berkelanjutan.
“Monitoring ini bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga pembinaan. Kami ingin memastikan setiap proses pembelajaran di RA berjalan efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” ujarnya.
Menurut dia, pendidikan pada jenjang anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter, kedisiplinan, serta kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, standar mutu pembelajaran di RA harus dijaga melalui supervisi rutin dan pendampingan yang terukur.
Kepala RA Al-Ikhlas Watudambo menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah terbuka terhadap masukan dan evaluasi yang diberikan pengawas. Menurutnya, monitoring semacam ini menjadi momentum refleksi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme.
Seksi Pendis Kemenag Minut menegaskan komitmennya untuk melakukan monitoring serupa di seluruh RA yang berada di bawah binaannya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis menjaga kualitas layanan pendidikan Islam di daerah, sekaligus memastikan implementasi kurikulum berjalan sesuai ketentuan.
Melalui pengawasan dan pembinaan berkelanjutan, Kemenag Minut berharap satuan pendidikan RA di Minahasa Utara mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak, berkarakter, dan memiliki daya saing sejak usia dini.Red















