Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pembukaan Bulan Maria di Stasi Santo Petrus Oemeu Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

22
×

Pembukaan Bulan Maria di Stasi Santo Petrus Oemeu Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Sebarkan artikel ini

kefananu-BreakingNewspost.id — Umat Stasi Santo Petrus Oemeu merayakan Misa Pembukaan Bulan Maria dengan penuh khidmat, Jumat (1/5/2026). Perayaan ini menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk memperdalam devosi kepada Bunda Maria sepanjang bulan Mei.

Tradisi Gereja Katolik menjadikan bulan Mei sebagai Bulan Maria telah berlangsung sejak abad ke-13. Dalam salah satu nyanyian pujian kuno kepada Santa Maria, sosok Maria digambarkan sebagai “bunga dari bunga, wanita di antara wanita, satu-satunya ratu, cahaya para kudus dari surga.”

Perayaan diawali dengan Adorasi Sakramen Mahakudus yang dipimpin oleh perangkat Desa Seo pada pukul 06.00 WITA. Suasana doa berlangsung hening dan penuh penghayatan sebagai bentuk penghormatan kepada Yesus dalam Sakramen Ekaristi.

Usai adorasi, umat mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Yunus Sirilus Bouk, Pr. Dalam homilinya, ia mengajak umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Kristus melalui perantaraan Bunda Maria.

“Yesus berkata: Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Selama Bulan Maria ini, marilah kita berjalan bersama Maria Lourdes. Kebenaran sejati ada pada Yesus, dan Dialah sumber kehidupan,” ungkap Romo Yunus.

Setelah Misa, kegiatan dilanjutkan dengan perarakan arca Bunda Maria Lourdes yang akan mengunjungi kelompok umat basis yang tersebar di sembilan lingkungan, tiga desa, serta sejumlah fasilitas umum dan pendidikan, di antaranya SDK Noebaun, SMKN Noemuti, SDK Popnam, SDN Uimoni, SDN Tobala, dan SMPN Tobala.

Selama 31 hari ke depan, Dewan Pastoral Stasi (DPS) dan Dewan Keuangan Stasi juga akan turun langsung mendampingi umat di setiap kelompok basis. Program ini bertujuan memperkuat iman sekaligus mendorong partisipasi umat dalam pembangunan Gereja Stasi Oemeu.

Ketua DPS, Yohanes Rusae, mengimbau seluruh umat untuk terlibat aktif dalam doa bersama selama Bulan Maria.

“Kami mengajak seluruh umat untuk ambil bagian dalam doa bersama Bunda Maria agar karya pengembangan iman di stasi ini semakin bertumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa umat yang bertugas mengusung arca Bunda Maria Lourdes diwajibkan mengenakan pakaian adat lengkap. Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyikan selama perarakan diharapkan menggunakan bahasa daerah Dawan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan iman, tetapi juga wujud kebersamaan umat dalam merawat tradisi serta memperkuat identitas budaya dan spiritual.

Reporter: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *