Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Sampah Menumpuk di Pasar Campalagian, Kinerja Pengelolaan Disorot

18
×

Sampah Menumpuk di Pasar Campalagian, Kinerja Pengelolaan Disorot

Sebarkan artikel ini

Polewali MandarBreakingNewspost.id —  Kondisi kebersihan di kawasan Pasar Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa waktu terakhir, tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik pasar dan dinilai mengganggu aktivitas jual beli serta kenyamanan pengunjung.

Persoalan sampah disebut bukan hal baru. Namun, sejumlah pedagang menilai intensitas penumpukan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada jam-jam sibuk. Dampaknya, bau tidak sedap kerap tercium di area pasar dan menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan.

“Kalau sudah siang, sampah mulai menumpuk. Pembeli juga sering mengeluh karena baunya,” ujar Rasdi pedagang saat ditemui di lokasi.jumat 1 mei 2026

Sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, pasar tradisional memiliki fungsi strategis dalam menopang perputaran ekonomi lokal. Karena itu, pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan.

Namun, di Pasar Campalagian, pengelolaan sampah dinilai belum berjalan optimal. Sejumlah pedagang menyebut keterlambatan pengangkutan sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan penumpukan. Selain itu, keterbatasan fasilitas tempat pembuangan sementara dinilai turut memperparah kondisi di lapangan.

Di sisi lain, persoalan tidak hanya berhenti pada aspek teknis pengelolaan. Rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dan pedagang dalam membuang sampah pada tempatnya juga menjadi tantangan. Sampah yang berserakan di lorong pasar hingga ke badan jalan memperlihatkan belum terbangunnya sistem pengelolaan yang terintegrasi.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi. Pedagang mengaku khawatir kondisi pasar yang kotor dapat menurunkan minat pembeli.

“Kalau pasar kotor, pembeli bisa berkurang. Ini jelas berpengaruh ke pendapatan kami,” kata pedagang lainnya.

Situasi ini menempatkan pengelolaan pasar sebagai isu yang tidak semata teknis, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola layanan publik. Dalam konteks ini, peran pemerintah daerah menjadi krusial, baik dalam memastikan sistem pengangkutan sampah berjalan efektif maupun dalam penyediaan sarana pendukung yang memadai.

Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah juga dinilai penting untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan.

Sejumlah pedagang berharap adanya langkah konkret dalam waktu dekat, mulai dari peningkatan frekuensi pengangkutan hingga penambahan fasilitas kebersihan di area pasar.

Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah setempat terkait rencana penanganan persoalan sampah di Pasar Campalagian.

Bagi para pedagang, persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan. Lebih dari itu, kondisi tersebut menyangkut keberlangsungan aktivitas ekonomi sehari-hari. Selama penanganan belum dilakukan secara menyeluruh, persoalan yang sama berpotensi terus berulang di tengah aktivitas pasar yang tetap berjalan.tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *