Sikka–BreakingNewspost.id — Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMP Negeri Kewapante, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, berlangsung khidmat melalui upacara bendera yang digelar di lapangan sekolah, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah dalam menilai capaian sekaligus tantangan dunia pendidikan.
Kepala SMP Negeri Kewapante, Alexius Dewa, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus menyampaikan refleksi berbasis Rapor Pendidikan Tahun 2025 sebagai bahan evaluasi bersama.

Alexius menegaskan bahwa Rapor Pendidikan 2025 harus dipandang sebagai cermin objektif terhadap kondisi sekolah. Melalui data tersebut, pihaknya dapat melihat capaian sekaligus kekurangan yang perlu segera dibenahi.
“Rapor Pendidikan menjadi cermin yang jujur bagi kita semua. Dari situ kita bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia mengungkapkan sejumlah capaian positif yang diraih SMP Negeri Kewapante, di antaranya peningkatan kemampuan literasi peserta didik, perkembangan karakter yang menunjukkan tren positif, serta kondisi kebinekaan di lingkungan sekolah yang berada pada kategori baik.
Namun demikian, Alexius juga secara terbuka mengakui masih adanya sejumlah tantangan. Kemampuan numerasi siswa dinilai masih rendah dan cenderung menurun. Selain itu, kualitas pembelajaran serta kondisi keamanan sekolah juga mengalami penurunan.
“Dari sini kita belajar bahwa persoalan utama bukan pada siswa, melainkan pada proses pembelajaran yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak sekolah berkomitmen melakukan sejumlah perbaikan, antara lain dengan mendorong metode pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna, memperkuat numerasi di semua mata pelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Di samping itu, budaya literasi, penguatan karakter, dan nilai kebinekaan akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Alexius juga menekankan pentingnya pola pikir, mental, dan misi dalam mendorong keberhasilan pendidikan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pendidikan. Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam bergerak maju.
“Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh mindset, mental, dan misi. Mari kita jadikan Rapor Pendidikan sebagai kompas untuk bergerak maju,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alexius turut memberikan apresiasi kepada siswi kelas VII B, Yuanda Bota, yang meraih juara I dalam Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Mental Remaja yang diselenggarakan oleh Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia dalam program konsorsium Bersahaja (Bersama untuk Flores yang Sehat Jiwa) pada 29 April 2026.
Di hadapan peserta upacara, Yuanda juga membacakan tiga komitmen bersama warga sekolah, yakni menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan kekerasan terhadap anak, bebas dari diskriminasi, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).
Menutup kegiatan, Alexius menyampaikan apresiasi kepada para guru, peserta didik, serta pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk perwakilan Yayasan PAPHA Indonesia dan insan pers yang hadir meliput peringatan Hardiknas di SMP Negeri Kewapante.
Momentum Hardiknas ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Reporter: Yuven Fernandez















