Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Bupati Sikka Luncurkan Empat Inovasi Literasi pada Hardiknas 2026

48
×

Bupati Sikka Luncurkan Empat Inovasi Literasi pada Hardiknas 2026

Sebarkan artikel ini

Sikka-BreakingNewspost.id — Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan empat program inovasi di bidang literasi dan pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Peluncuran tersebut berlangsung dalam upacara yang digelar di halaman SMP Negeri 1 Alok, Sabtu (2/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

Empat program yang diperkenalkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka meliputi Gong Literasi, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar dan Jemput Buku, serta Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan bahwa peluncuran program ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi yang lebih kuat dan merata. Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir masyarakat yang kritis dan inovatif.

“Literasi menjadi kunci kemajuan. Melalui program ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk menjadikan membaca dan belajar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Program Gong Literasi difokuskan pada pembiasaan membaca di lingkungan sekolah. Siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) didorong untuk membaca selama 30 menit sebelum dan setelah kegiatan belajar mengajar. Kebiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca serta memperkuat kemampuan literasi dan sains sejak dini.

Sementara itu, program Wisata Literasi dan Sains mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Melalui program ini, pelajar diajak mengunjungi berbagai pusat pengetahuan dan institusi, seperti toko buku, kantor pemerintahan, lembaga legislatif, hingga pelaku usaha dan organisasi masyarakat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan program edukatif seperti “Aku Menjadi Bupati 1 Jam” dan “Aku Menjadi Pimpinan DPRD 1 Jam” untuk memperkenalkan praktik kepemimpinan kepada siswa.

Adapun Gerakan Antar dan Jemput Buku hadir sebagai upaya memperluas akses literasi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program ini menyediakan layanan pengantaran dan penjemputan buku bagi lansia, penyandang disabilitas, pasien, serta warga dengan keterbatasan akses terhadap perpustakaan. Layanan ini juga didukung oleh program perpustakaan keliling yang menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga meluncurkan Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka sebagai bagian dari transformasi digital di bidang literasi. Platform ini diharapkan menjadi pusat informasi dan ruang belajar terbuka yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Pengembangannya melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dari Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero serta Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere.

Peluncuran program ini turut dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Dewan Pendidikan, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta undangan lainnya.

Meski berbagai program telah diluncurkan, keberhasilan implementasinya akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta partisipasi aktif masyarakat. Penguatan budaya literasi tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga komunitas.

Momentum Hardiknas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada kegiatan di ruang kelas, tetapi juga pada upaya memperluas akses pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Reporter: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *