Sikka-Breakingnewspost.id — Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, memimpin apel kekuatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, Senin (4/5/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan disiplin aparatur.
Di hadapan peserta apel, Bupati menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu PAD telah menyepakati target capaian sebesar 40 persen pada triwulan kedua tahun anggaran berjalan. Target tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran, tidak hanya pimpinan tetapi juga staf pelaksana.
“Semua sudah diberi kepercayaan menjadi aparatur sipil negara. Kita sudah bersepakat dalam rapat pimpinan bahwa OPD pengampu PAD harus bekerja sesuai target, dan di triwulan kedua kita capai 40 persen,” tegasnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, pemerintah daerah akan melakukan penandatanganan perjanjian kinerja. Langkah ini diharapkan menjadi instrumen pengendali sekaligus evaluasi terhadap capaian masing-masing perangkat daerah.
Bupati juga mengingatkan agar ASN tidak menurunkan standar kerja dengan cara menyesuaikan target secara sepihak. Ia menilai masih banyak potensi penerimaan daerah yang dapat dioptimalkan, termasuk melalui upaya menekan kebocoran.
“Pertanyaannya, apakah kita mau bersama-sama bekerja sesuai target dan menutup celah kebocoran itu,” ujarnya.
Selain soal target kinerja, aspek disiplin turut menjadi sorotan, khususnya terkait penggunaan kendaraan dinas. Bupati menegaskan bahwa pemanfaatan kendaraan dinas harus sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.
“Ada yang sudah menjalankan dengan baik, tetapi masih ada yang menggunakan kendaraan dinas di luar jam kerja untuk kepentingan pribadi. Ini berarti kita belum menghargai komitmen yang sudah dibuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung pentingnya kerelaan ASN dalam membantu masyarakat, khususnya terkait pendataan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Ia mengakui adanya keluhan terkait keterbatasan dukungan operasional, namun menekankan bahwa pelayanan publik membutuhkan semangat pengabdian.
“Untuk urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kita harus punya kerelaan untuk berkorban sedikit demi membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada ASN yang telah turun langsung ke lapangan dalam proses pendataan, meski dengan keterbatasan yang ada.
“Sepekan terakhir banyak pegawai kita yang bekerja dengan pengorbanan luar biasa. Kerelaan hati seperti ini yang menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan komitmen tersebut sebagai landasan kerja bersama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Selamat pagi, selamat bekerja, dan selamat melayani masyarakat. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.
Yuven Fernandez















