Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Lansia Hilang Ditemukan Meninggal di Bukit Salobulo, Keluarga Tolak Autopsi

0
×

Lansia Hilang Ditemukan Meninggal di Bukit Salobulo, Keluarga Tolak Autopsi

Sebarkan artikel ini

Palopo-BreakingNewspost.id — Warga Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di kawasan Bukit Salobulo, tepatnya di belakang Perumahan Libukang Permai, Kamis (14/5/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan. Saat ditemukan, tubuh korban telah membusuk parah dan sebagian tinggal tulang belulang.

Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang warga bernama Ara sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, saksi sedang menuju kawasan perbukitan untuk memindahkan sapi peliharaannya. Namun setibanya di lokasi, ia melihat sesosok tubuh manusia tergeletak di antara semak-semak.

Karena curiga, saksi kemudian mendekat dan mendapati jasad seorang pria lanjut usia dalam kondisi sulit dikenali. Wajah korban rusak akibat proses pembusukan, sementara sebagian tubuhnya telah menjadi tulang. Korban diketahui masih mengenakan kaos berwarna hijau.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Wara Utara bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Salobulo segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara.

Kabar penemuan mayat itu dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Di lokasi kejadian, seorang perempuan bernama Hanafiah tampak histeris setelah mengenali pakaian yang dikenakan korban sebagai milik suaminya.

Beberapa anggota keluarga lainnya kemudian datang dan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Septa (81), warga Kota Palopo yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 4 Mei 2026.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, menjelaskan bahwa korban selama ini diketahui mengalami gangguan daya ingat serta penurunan pendengaran sehingga keluarga kesulitan menemukan keberadaannya setelah dinyatakan hilang.

“Korban memang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Dari keterangan keluarga, korban mengalami gangguan ingatan dan pendengarannya juga sudah terganggu,” ujar AKP Marsuki.

Setelah menerima laporan warga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Salobulo, Aiptu Prayudi, segera menghubungi personel Polsek Wara Utara. Petugas yang dipimpin Aiptu Delni kemudian melakukan pengamanan lokasi sambil menunggu proses evakuasi.

Sekitar pukul 16.15 WITA, tim BPBD Kota Palopo tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi jenazah korban dari area perbukitan menuju rumah duka. Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati karena lokasi penemuan berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.

Meski pihak kepolisian sempat menawarkan proses autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, pihak keluarga memilih menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi,” jelas AKP Marsuki.

Pihak keluarga selanjutnya diarahkan membuat surat pernyataan penolakan autopsi di Polres Palopo sebagai bagian dari prosedur administrasi kepolisian.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan anggota keluarga lanjut usia, terutama yang mengalami gangguan ingatan atau pikun. Polisi juga mengimbau warga agar segera melapor apabila ada anggota keluarga yang hilang agar proses pencarian dapat segera dilakukan.

Asl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *