SOPPENG-BreakingNewspost.id — Tidak beroperasinya bus sekolah yang melayani rute Salaonro menuju Desa Abbanuange di Kecamatan Lilirilau mulai menuai sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas pelajar yang selama ini bergantung pada layanan transportasi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ketua DPD APKAN RI Kabupaten Soppeng, Jamaluddin, Rabu (20/5/2026), mengaku prihatin atas tidak beroperasinya bus sekolah yang sebelumnya diharapkan menjadi solusi transportasi bagi siswa di wilayah pedesaan. Menurutnya, absennya layanan tersebut memaksa sebagian pelajar mencari kendaraan alternatif dengan biaya tambahan, bahkan ada yang harus menggunakan kendaraan pribadi keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.
“Bus sekolah sangat membantu pelajar, khususnya yang tinggal cukup jauh dari sekolah. Ketika layanan ini tidak berjalan, tentu beban masyarakat ikut bertambah,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan transportasi sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kedisiplinan serta semangat belajar siswa. Kendala akses transportasi, kata dia, berpotensi memengaruhi kenyamanan hingga kelancaran aktivitas pendidikan para pelajar setiap harinya.
Masyarakat Kecamatan Lilirilau pun berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng segera memberikan penjelasan terkait penyebab penghentian operasional bus sekolah rute Salaonro–Abbanuange tersebut. Warga juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi pelajar kembali berjalan normal.
Selain berdampak pada akses pendidikan, warga menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan siswa di jalan raya. Sejumlah pelajar disebut mulai menggunakan sepeda motor meski belum cukup umur, sementara sebagian lainnya harus bergantung pada kendaraan umum dengan jadwal yang tidak menentu.
Tokoh masyarakat setempat menilai fasilitas transportasi pendidikan semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan, khususnya bagi wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Mereka berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga terhadap sarana penunjang yang berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan keberlangsungan pendidikan siswa.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng terkait alasan tidak beroperasinya bus sekolah tersebut. Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar aktivitas pendidikan para pelajar tidak terus terganggu.
Liputan:Rd















