Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir

7
×

Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini

ROTE NDAO-BreakingNewspost.id— Gibran Rakabuming Raka meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendukung program swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam peninjauan itu, Wapres menerima paparan mengenai pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristalisasi dan gudang penyimpanan, serta berdialog langsung dengan petani garam dan pemerintah daerah setempat.

Wapres menegaskan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum sepenuhnya mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri. Karena itu, pengembangan kawasan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun sekitar 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya perhatian terhadap swasembada pangan, dan garam menjadi salah satu sektor penting,” ujar Gibran.

Selain mendukung swasembada, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar dampak ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat pesisir.

“Kita ingin ini segera fungsional. Kita ingin membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, warga lokal terbantu, kesejahteraan meningkat, dan multiplier effect dari proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya sektor garam, Wapres juga menyoroti potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Menanggapi usulan pemerintah daerah, ia memastikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan dikoordinasikan bersama kementerian terkait.

“Di lokasi-lokasi produktif perikanan harus ada cold storage, pabrik es untuk slurry ice, dan SPBU khusus nelayan agar hasil tangkapan bisa terjaga,” jelasnya.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, Wapres turut menerima laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah. Ia meminta koordinasi lintas kementerian diperkuat agar kebutuhan masyarakat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan proyek K-SIGN bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi pesisir.

“Ini tentang lapangan kerja untuk anak-anak muda NTT, tentang petani garam yang ingin hidup lebih sejahtera, dan nelayan yang membutuhkan fasilitas pendukung agar hasil laut tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.

Menurut Melki, Indonesia membutuhkan jutaan ton garam setiap tahun dan NTT memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi nasional.

“Kami ingin suatu hari nanti NTT bukan hanya jadi penonton, tapi menjadi pemain utama,” tegasnya.

Senada, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berharap proyek strategis tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.

“Perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan anggaran besar ini harus benar-benar berjalan baik sehingga masyarakat Rote Ndao bisa menikmati hasil pembangunan,” katanya.

Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut antara lain Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara dan Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah.

(Bergita Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *