Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Warga Togora Menjerit, Pasokan Air PDAM Macet 

16
×

Warga Togora Menjerit, Pasokan Air PDAM Macet 

Sebarkan artikel ini

SOPPENG-BreakingNewspost.id — Keluhan masyarakat terhadap buruknya distribusi air bersih kembali mencuat di Kabupaten Soppeng. Kali ini datang dari warga Togora, Desa palangiseng, Kecamatan Lilirilau, yang mengaku kembali mengalami kemacetan pasokan air PDAM hingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Ironisnya, persoalan tersebut disebut bukan lagi kejadian baru. Warga menilai gangguan distribusi air sudah terlalu sering terjadi tanpa adanya solusi nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.

Keluhan itu disampaikan warga kepada wartawan kamis 28 Mei 2026, melalui pesan WhatsApp Dengan nada kecewa, warga mengaku aliran air kembali mati di saat kebutuhan rumah tangga sedang tinggi.

Air lagi macet,” ujar seorang warga singkat melalui pesan daring WhatsApp.

Meski terdengar sederhana, kalimat tersebut menggambarkan keresahan yang terus berulang dirasakan masyarakat. Sebab bagi warga, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan aktivitas sehari-hari.

Akibat distribusi yang tidak lancar, sebagian warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga. Kondisi ini diperparah karena gangguan disebut kerap terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak terkait.

Warga mempertanyakan keseriusan pihak PDAM dalam menangani persoalan distribusi air yang hingga kini terus berulang di wilayah mereka. Masyarakat berharap ada langkah cepat dan konkret, bukan sekadar janji perbaikan sementara yang kemudian kembali terulang.

Kalau begini terus masyarakat yang susah. Air kebutuhan pokok, bukan kebutuhan mewah,” keluh warga

Situasi tersebut mulai memunculkan keresahan lebih luas di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang terpaksa menampung air dalam jumlah besar atau mencari sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Ketua DPD LSM APKAN RI Kabupaten Soppeng, Jamaluddin. Ia menilai persoalan distribusi air bersih tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak dasar masyarakat.

Menurutnya, PDAM harus terbuka kepada publik terkait penyebab terganggunya distribusi air yang terus berulang di wilayah Desa palangiseng, dan sekitarnya. Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan agar masyarakat tidak terus menjadi korban akibat buruknya distribusi air.

Kalau memang ada kerusakan jaringan atau kendala teknis, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai warga terus dibiarkan bertanya-tanya tanpa kepastian,” tegas Jamaluddin.

Persoalan distribusi air di wilayah Desa palangiseng sendiri sebelumnya memang kerap menjadi sorotan warga. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak PDAM tidak menutup mata terhadap keluhan yang terus berulang tersebut.

Warga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air di wilayah mereka, termasuk memastikan apakah gangguan disebabkan faktor teknis, kerusakan jaringan, lemahnya pengawasan, atau persoalan lain yang hingga kini belum pernah dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM terkait penyebab kembali macetnya pasokan air di wilayah Togora, Desa palangiseng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Liputan:Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *