KOLAKA TIMUR-BreakingNewspost.id – Kabel listrik yang terjuntai rendah di area lahan pertanian warga Desa Lamosila, Kabupaten Kolaka Timur senin 9 Juni 2026, memicu kekhawatiran masyarakat dan mengundang sorotan Ketua DPD APKAN RI Kabupaten Soppeng, Jamaluddin. Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar gangguan teknis, melainkan persoalan keselamatan publik yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Di tengah aktivitas petani yang setiap hari mengolah lahan, keberadaan kabel yang menggantung rendah dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan. Warga khawatir sewaktu-waktu kabel tersebut dapat tersentuh manusia maupun alat pertanian yang digunakan di lokasi.
Ketua DPD APKAN RI Soppeng, Jamaluddin, mempertanyakan pengawasan dan pemeliharaan jaringan listrik yang melintasi kawasan produktif masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan jiwa warga.
“Ini bukan hanya soal kabel yang terjuntai. Yang dipertanyakan masyarakat adalah bagaimana pengawasan jaringan listrik bisa sampai berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan petani. Jangan sampai ada korban terlebih dahulu baru dilakukan tindakan,” tegas Jamaluddin.
Menurut warga, kondisi kabel tersebut telah menjadi kekhawatiran sejak beberapa waktu terakhir. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kami bekerja setiap hari di lahan ini. Kalau melihat kabel menggantung rendah seperti itu tentu ada rasa takut. Apalagi kami tidak tahu apakah kabel itu masih aktif atau tidak,” ungkap seorang petani.
Jamaluddin mendesak PLN Kolaka Timur segera melakukan inspeksi lapangan dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai status jaringan tersebut. Ia menilai transparansi penting untuk menghilangkan keresahan warga sekaligus memastikan standar keselamatan kelistrikan dijalankan dengan baik.
“Lahan pertanian adalah ruang produktif yang setiap hari digunakan masyarakat. Jika memang terdapat jaringan yang berpotensi membahayakan, maka harus segera ditangani. Keselamatan warga tidak boleh kalah oleh alasan teknis maupun birokrasi,” ujarnya.
Selain meminta tindakan cepat dari PLN, Jamaluddin juga mendorong pemerintah daerah untuk ikut melakukan koordinasi dan pengawasan agar keluhan masyarakat tidak berlarut-larut tanpa penyelesaian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Kolaka Timur belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kabel yang dikeluhkan warga Desa Lamosila. Sementara itu, masyarakat berharap langkah konkret segera dilakukan sebelum potensi bahaya tersebut berubah menjadi musibah yang merenggut keselamatan petani.
Bagi warga Lamosila, persoalan ini bukan sekadar kabel yang menggantung di atas lahan pertanian, melainkan pertanyaan tentang sejauh mana keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas dalam pengelolaan infrastruktur pelayanan publik.
Versi ini lebih “menggigit” karena menyoroti aspek pengawasan, tanggung jawab pelayanan publik, dan keselamatan warga, tanpa menuduh atau menyimpulkan adanya kelalaian sebelum ada klarifikasi resmi dari pihak PLN.
@Red















