DENPASAR-BreakingNewspost.id — Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026) di kawasan depan Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar. Pembukaan ditandai dengan pelaksanaan Peed Aya atau Pawai Budaya yang menjadi tradisi pembuka ajang seni budaya terbesar dan terlama di Pulau Dewata.
Sebanyak 10 kontingen turut memeriahkan pawai budaya tersebut. Penampilan diawali oleh Komunitas Usadi Lango Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, kemudian disusul oleh kontingen Kabupaten Jembrana, Karangasem, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Badung, dan ditutup oleh Kota Denpasar sebagai tuan rumah.
Pelepasan peserta pawai dilakukan langsung oleh bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati. Hadir pula Wakil Menteri BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. I Nengah Duija, unsur Forkopimda Provinsi Bali, anggota DPD RI Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, para bupati dan wali kota se-Bali, tokoh adat, budayawan, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana dalam laporannya menegaskan bahwa penyelenggaraan PKB merupakan implementasi nyata kebijakan pelindungan dan pemajuan kebudayaan Bali sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Menurutnya, PKB tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PKB mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan jiwa manusia menuju keadaan yang suci, jernih, dan paripurna. Tema tersebut berangkat dari filosofi kosmologi Bali yang menekankan pentingnya penyucian batin dan penguatan kualitas spiritual manusia agar tetap selaras dengan nilai kebenaran, kesucian, dan keindahan.
Melalui tema itu, seluruh rangkaian kegiatan PKB diarahkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana refleksi spiritual serta penguatan karakter masyarakat.
“Seni dan budaya Bali memiliki fungsi yang jauh melampaui hiburan. Seni adalah media pembentukan karakter, penguatan identitas, serta sarana membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta,” ujar Ida Bagus Alit Suryana.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Pesta Kesenian Bali yang kini memasuki usia ke-48 tahun telah menjadi bagian penting dari memori kolektif masyarakat Bali sekaligus memperoleh pengakuan luas di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, PKB merupakan simbol konsistensi Bali dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkuat identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.
Tema Atma Kerthi diimplementasikan dalam berbagai program kegiatan, mulai dari Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Workshop), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Bali World Culture Celebration, hingga Jantra Tradisi Bali.
Keseluruhan program tersebut dirancang untuk menjaga produktivitas dan kreativitas para seniman sekaligus memperluas ruang apresiasi budaya bagi masyarakat.
Kemegahan budaya Bali terlihat dalam setiap penampilan Peed Aya yang menghadirkan ribuan seniman dari sembilan kabupaten dan kota. Barisan penari, penabuh gamelan, pembawa upakara dan uparengga, hingga berbagai simbol budaya lainnya membentuk mozaik kekayaan tradisi Bali yang sarat nilai filosofis.
Gubernur Bali juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memberikan apresiasi terhadap karya-karya seni yang dipentaskan selama penyelenggaraan PKB di Taman Werdhi Budaya Art Center Bali.
Pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan penonton yang terdiri atas masyarakat Bali, wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara. Antusiasme publik tersebut menunjukkan bahwa PKB tetap menjadi salah satu agenda budaya paling bergengsi di Indonesia sekaligus magnet wisata budaya yang memiliki daya tarik kuat di tingkat internasional.
Pemerhati budaya sekaligus pemilik media informasi KupangKota, Rary Triguntara, yang hadir langsung dalam pembukaan acara menilai PKB 2026 kembali menunjukkan kekuatan budaya Bali sebagai aset nasional yang mampu menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar.
Menurutnya, keterlibatan seluruh kabupaten dan kota di Bali menjadi bukti bahwa PKB tidak hanya memiliki nilai seni dan tradisi, tetapi juga berkontribusi terhadap citra Indonesia di mata dunia.
“Dengan antusiasme masyarakat yang begitu besar, kegiatan sebesar ini sudah selayaknya mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, atau setidaknya menteri koordinator akan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Bali yang selama ini menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia di tingkat internasional,” ujar Rary.
Ia juga menilai posisi Bali sangat strategis bagi sektor pariwisata nasional. Karena itu, momentum Pesta Kesenian Bali yang digelar setiap tahun dinilai layak mendapatkan perhatian lebih besar sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Rary berharap pada penyelenggaraan PKB tahun 2027 mendatang, Presiden Republik Indonesia dapat hadir sekaligus membuka acara secara resmi.
“Kehadiran kepala negara akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali, para seniman, budayawan, dan seluruh pelaku kebudayaan yang selama ini berkomitmen menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” katanya.
Rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 akan berlangsung hingga 11 Juli 2026 dan berpusat di Taman Werdhi Budaya Art Center Bali. Berbagai pertunjukan seni, pameran, lomba, lokakarya, sarasehan, hingga kegiatan budaya lainnya akan menampilkan kekayaan tradisi, adat istiadat, dan kreativitas masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
PKB kembali menegaskan posisinya sebagai panggung utama kebudayaan Bali, sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi, kreativitas seni, dan penguatan identitas budaya bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Bergita abi















