Pasaman,BreakingNewspost.id – Keluhan mengenai distribusi BBM jenis Pertalite di SPBU 15.263.108, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, kembali mencuat. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa stok Pertalite disebut hampir setiap hari habis sebelum tengah hari, sementara mereka menduga masih terjadi pengisian menggunakan jerigen dalam jumlah besar yang diduga dibawa ke luar wilayah Duo Koto.
Menurut sejumlah warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap masyarakat lokal, terutama warga di daerah pedalaman yang harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Tidak sedikit warga mengaku kecewa karena saat tiba di SPBU sekitar pukul 11.00 WIB, Pertalite sudah tidak lagi tersedia.
Kalau masyarakat lokal saja sering tidak kebagian, lalu sebenarnya BBM itu tersalurkan ke mana?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menduga sebagian Pertalite dibeli menggunakan jerigen untuk kemudian dibawa keluar daerah. Dugaan tersebut, menurut mereka, perlu ditelusuri oleh aparat berwenang karena apabila benar terjadi, praktik demikian dinilai berpotensi mengganggu hak masyarakat memperoleh BBM sesuai peruntukannya.
Keluhan warga juga diarahkan kepada aparat penegak hukum. Mereka berharap Kapolsek Duo Koto tidak hanya menunggu laporan, tetapi turut memastikan distribusi BBM di wilayah hukumnya berlangsung sesuai ketentuan. Menurut warga, pengawasan yang efektif merupakan bagian penting untuk mencegah dugaan penyalahgunaan distribusi BBM.
Selain itu, masyarakat meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi Pertalite di SPBU 15.263.108. Audit terhadap volume pasokan, realisasi penyaluran, serta mekanisme pengisian BBM dinilai penting untuk memastikan apakah distribusi telah berjalan sesuai aturan atau justru terdapat celah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Warga menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang habisnya stok BBM, melainkan menyangkut rasa keadilan dalam memperoleh layanan publik. Mereka berharap masyarakat Kecamatan Duo Koto menjadi prioritas utama penerima manfaat BBM sebelum pasokan dimanfaatkan untuk kepentingan di luar daerah.
Apabila dugaan tersebut tidak segera diklarifikasi dan dievaluasi, masyarakat khawatir kelangkaan Pertalite akan terus berulang dan semakin membebani aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, bertani, maupun mengangkut hasil produksi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Kapolsek Duo Koto, pengelola SPBU 15.263.108, maupun pihak Pertamina terkait keluhan warga tersebut. Redaksi telah memberikan ruang bagi seluruh pihak yang disebut untuk menyampaikan klarifikasi, hak jawab, dan penjelasan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.Versi ini mempertahankan nada kritis dengan menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi, namun tetap membedakan secara jelas antara dugaan warga dan fakta yang telah terbukti, serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak kepolisian, pengelola SPBU, dan Pertamina.Tim/Red















