Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Antrean Panjang Pertalite  SPBU Duo Koto, Bantahan Pengawas SPBU Silang Empat munculkan Tanda Tanya

10
×

Antrean Panjang Pertalite  SPBU Duo Koto, Bantahan Pengawas SPBU Silang Empat munculkan Tanda Tanya

Sebarkan artikel ini

Pasaman,BreakingNewspost.id – Antrean panjang kendaraan untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali menjadi pemandangan yang berulang di SPBU Silang Empat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Di tengah keluhan masyarakat yang mengaku harus mengantre berjam-jam bahkan tidak kebagian BBM pada waktu tertentu, pernyataan pengawas SPBU yang membantah adanya kelangkaan justru memunculkan pertanyaan baru mengenai kondisi distribusi Pertalite di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan wartawan BreakingNewspost.id selama 10–13 Juli 2026, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular sejak pagi di SPBU Silang Empat. Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu lebih dari satu jam untuk memperoleh Pertalite. Tidak sedikit pula yang mengaku sebelumnya telah mendatangi SPBU lain, tetapi kembali karena stok Pertalite di lokasi tersebut telah habis.

Salah seorang pengendara mengatakan kondisi seperti itu bukan hanya terjadi sekali.

Kalau datang agak siang, kadang sudah tidak kebagian. Akhirnya harus mencari ke SPBU lain atau menunggu lagi,” ujarnya.»

Keluhan serupa disampaikan warga dari kawasan pedalaman yang bergantung pada SPBU Silang Empat sebagai lokasi pengisian terdekat. Mereka mengaku beberapa kali mendapati Pertalite tidak lagi tersedia sebelum siang, sehingga perjalanan harus ditunda atau mencari BBM ke wilayah lain dengan jarak yang lebih jauh.

Di sisi lain, pengawas SPBU Silang Empat menyatakan bahwa tidak terjadi kelangkaan Pertalite di SPBU tersebut. Saat wartawan melakukan pemantauan pada Senin (13/7/2026) pagi, aktivitas pengisian memang berlangsung normal dan Pertalite masih tersedia.

Dua kondisi itu menghadirkan gambaran yang berbeda. Di satu sisi, hasil pantauan pada waktu tertentu menunjukkan stok masih tersedia. Di sisi lain, pengalaman sejumlah konsumen menunjukkan mereka beberapa kali tidak memperoleh Pertalite pada jam-jam tertentu. Perbedaan inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Apakah pasokan Pertalite yang diterima SPBU sebenarnya telah sesuai dengan kebutuhan harian? Ataukah lonjakan permintaan menyebabkan stok habis lebih cepat dibanding jadwal distribusi berikutnya? Pertanyaan tersebut hingga kini belum memperoleh penjelasan resmi.

Persoalan ini menjadi semakin penting karena SPBU Silang Empat berada di jalur yang melayani masyarakat Kecamatan Dua Koto serta kendaraan yang melintas di ruas jalan lintas provinsi. Apabila terjadi peningkatan jumlah kendaraan dari wilayah lain akibat stok di SPBU lain kosong, beban penyaluran di SPBU tersebut tentu berpotensi meningkat.

Dalam kondisi demikian, transparansi mengenai kuota harian, jadwal pengiriman, volume penyaluran, dan realisasi distribusi menjadi informasi yang dinilai penting. Data tersebut dapat menjelaskan apakah antrean panjang semata-mata dipicu tingginya permintaan atau terdapat faktor distribusi lain yang memerlukan evaluasi.

Bagi masyarakat, persoalan utama bukan sekadar istilah “langka” atau “tidak langka”, melainkan kepastian memperoleh BBM bersubsidi ketika dibutuhkan. Selama antrean panjang terus terjadi dan keluhan mengenai stok yang cepat habis masih bermunculan, kebutuhan akan informasi yang transparan menjadi semakin mendesak agar tidak berkembang berbagai spekulasi di ruang publik.

BreakingNewspost.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari PT Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU Silang Empat, serta instansi pengawas terkait mengenai kuota Pertalite, jadwal distribusi, realisasi penyaluran, dan faktor yang menyebabkan antrean panjang terus terjadi.

M. Ali asman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *