Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Kelangkaan Pupuk Subsidi di Onembute Kembali Dikeluhkan Petani, Distribusi Dipertanyakan

15
×

Kelangkaan Pupuk Subsidi di Onembute Kembali Dikeluhkan Petani, Distribusi Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Konawe|BreakingNewspost.id — Keluhan mengenai sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi kembali mencuat di Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi pada saat kebutuhan pemupukan tanaman meningkat, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah petani, senin 20 Juli 2026, kelangkaan pupuk subsidi disebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai kelancaran distribusi pupuk bersubsidi dari tingkat distributor hingga kios pengecer resmi.

Para petani mengaku kerap mendatangi kios resmi untuk menebus pupuk sesuai alokasi yang tercantum dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Namun, mereka menyatakan sering menerima informasi bahwa stok pupuk belum tersedia atau telah habis.

Akibat keterbatasan pasokan tersebut, sebagian petani mengaku terpaksa menunda pemupukan. Tidak sedikit pula yang memilih membeli pupuk nonsubsidi dengan harga lebih tinggi, sehingga biaya produksi pertanian meningkat dan berpotensi mengurangi keuntungan hasil panen.

Kelangkaan pupuk bersubsidi bukan hanya menjadi persoalan ketersediaan barang, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha tani. Ketepatan waktu pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman. Keterlambatan distribusi dapat berdampak terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen.

Hingga kini, penyebab utama kelangkaan pupuk subsidi di Kecamatan Onembute masih belum dapat dipastikan. Belum diketahui apakah persoalan tersebut dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi, keterbatasan alokasi, kendala administrasi penerima, atau faktor lainnya.

Petani berharap pemerintah, distributor, kios resmi, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi pupuk bersubsidi agar pasokan dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, transparansi mengenai alokasi, jadwal penyaluran, serta ketersediaan stok dinilai penting untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Dengan keterbukaan tersebut, petani dapat mengetahui secara jelas kapan pupuk tersedia dan bagaimana mekanisme penyalurannya.

Liputan:M.nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *