Manggarai Barat|BreakingNewsPost.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mendampingi Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI meninjau RSUD Komodo dan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Jumat (24/7/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi pelayanan kesehatan, khususnya percepatan operasional fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk penanganan pasien penyakit jantung.
Dalam kunjungan itu, Johni Asadoma menegaskan bahwa RSUD Komodo memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan, tidak hanya bagi masyarakat Manggarai Barat, tetapi juga sebagai penyangga layanan kesehatan bagi wisatawan di kawasan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo.
RSUD Komodo memiliki peran strategis, bukan hanya melayani masyarakat Manggarai Barat, tetapi juga menjadi penopang layanan kegawatdaruratan bagi wisatawan di Labuan Bajo. Kami terus memperkuat fasilitas kesehatan ini, namun masih membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat, terutama dalam pemenuhan dokter spesialis dan alat kesehatan strategis,” ujar Johni.
Rombongan Komisi IX DPR RI dipimpin Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene dan dihadiri sejumlah anggota, termasuk Kamal, bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati Yulianus Weng, Direktur RSUD Komodo, perwakilan BPJS Kesehatan, serta dokter spesialis jantung dan tenaga medis lainnya.
Golden Hour Tak Boleh Hilang karena Administrasi
Dalam diskusi bersama manajemen rumah sakit dan BPJS Kesehatan, Anggota Komisi IX DPR RI, Kamal, menyoroti pentingnya penanganan cepat bagi pasien serangan jantung. Menurutnya, tindakan medis harus dilakukan dalam periode golden hour sekitar 120 menit agar peluang keselamatan pasien tetap tinggi.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif, termasuk proses kerja sama maupun klaim pembiayaan.
Sangat penting bagi kita semua di sini untuk memahami akar masalah dan kondisi riil operasional Cath Lab. Pasien serangan jantung membutuhkan tindakan cepat dalam golden hour 120 menit. Tidak boleh ada pembiaran pasien terhambat mendapatkan tindakan ring jantung hanya karena urusan administratif,” tegas Kamal.
Bupati Instruksikan Cath Lab Segera Dioperasikan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi langsung menginstruksikan jajaran direksi RSUD Komodo agar segera mengoperasikan kembali layanan darurat Cath Lab.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap menjamin pembiayaan pasien gawat darurat yang belum ditanggung BPJS Kesehatan.
Menurut Endi, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi warga ber-KTP Manggarai Barat, tetapi juga masyarakat dari kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur yang dirujuk ke RSUD Komodo untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
Tidak hanya kamu catat, kamu laksanakan. Sekiranya ada yang mengalami peristiwa serangan jantung, kita tidak hanya melayani rakyat ber-KTP Manggarai Barat, tetapi juga rakyat dari kabupaten tetangga. Jika ada yang membutuhkan pelayanan darurat, kita layani dan Pemda yang urus pembiayaannya,” tegas Endi.
BPJS Siap Percepat Proses Kerja Sama
Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan menyatakan siap mempercepat proses kredensialing layanan kardiointervensi begitu dokumen diajukan oleh RSUD Komodo.
Asisten Deputi Direksi Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa proses administrasi akan dilakukan secara lebih fleksibel agar operasional Cath Lab tidak perlu menunggu jadwal reguler pembukaan kerja sama yang biasanya berlangsung pada akhir tahun.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, meminta BPJS Kesehatan tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga aktif mendampingi rumah sakit dalam memenuhi berbagai persyaratan pelayanan.
Mari kita sama-sama saling topang. Jangan lagi ada istilah kelalaian pihak rumah sakit. BPJS perlu hadir membimbing SDM rumah sakit serta membangun komunikasi yang aktif agar pelayanan dan administrasi berjalan lancar,” katanya.
Komitmen Tingkatkan Layanan Jantung di Labuan Bajo
Komisi IX DPR RI juga memberikan apresiasi kepada dokter spesialis jantung dr. Rara beserta seluruh tenaga kesehatan RSUD Komodo yang tetap memberikan pelayanan di wilayah 3T sekaligus kawasan destinasi wisata prioritas nasional.
Kunjungan kerja tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya percepatan operasional layanan Cath Lab, penyederhanaan proses administrasi BPJS Kesehatan, serta komitmen agar pasien serangan jantung memperoleh tindakan medis darurat tanpa tertunda oleh persoalan birokrasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan di Manggarai Barat sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan jantung yang cepat, aman, dan berkualitas.
Penulis: Bergita Abi















