Konawe | BreakingNewsPost.Id – 25 Juli 2026 — Isu dugaan perubahan menu dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, mulai menjadi perhatian masyarakat. Perbincangan tersebut berkembang di kalangan orang tua siswa setelah beredar informasi mengenai perubahan menu makanan yang diterima peserta didik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 25 Juli 2026, sejumlah siswa di SMP Negeri 1 Onembute menyampaikan bahwa menu MBG yang mereka terima berupa hamburger dengan isian irisan tomat, irisan Timun, seledri, dan bahan lainnya. Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa karena disebut berbeda dengan menu yang sebelumnya dikenal menggunakan nasi putih sebagai makanan pokok.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi belum memperoleh dokumen maupun keterangan resmi yang menjelaskan apakah menu tersebut merupakan bagian dari siklus menu yang telah ditetapkan, bentuk variasi menu, atau merupakan perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak yang berwenang.
Sebagai bagian dari penerapan prinsip cover both sides, wartawan BreakingNewsPost telah menghubungi Rahmat, yang disebut sebagai pihak pada bagian pengadaan barang SPPG Kecamatan Onembute. Melalui komunikasi daring, redaksi mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai dasar perubahan menu, mekanisme penetapan menu, pertimbangan pemenuhan gizi, proses pengadaan bahan makanan, serta kesesuaian menu hamburger dengan standar yang ditetapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Rahmat belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas seluruh pertanyaan yang disampaikan redaksi. Belum adanya respons tersebut menyebabkan informasi yang berkembang di masyarakat belum dapat diverifikasi secara menyeluruh melalui keterangan resmi dari pihak penyelenggara.
Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan telah terjadi pelanggaran, penyimpangan, maupun ketidaksesuaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh isi berita disusun berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keterangan yang diperoleh dari sumber informasi, serta upaya konfirmasi kepada pihak terkait sesuai dengan prinsip verifikasi dalam Kode Etik Jurnalistik. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Rahmat, pihak SPPG Kecamatan Onembute, Badan Gizi Nasional (BGN), maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi.
Belum adanya tanggapan dari pihak yang dikonfirmasi turut mendapat perhatian Ketua Dewan Pengawas MBG APKLI Perjuangan Wilayah Sulawesi, Iwan Hammer. Dalam keterangannya kepada wartawan, Iwan menilai bahwa transparansi merupakan aspek penting dalam menjaga akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dibiayai melalui anggaran negara.
Menurut Iwan, apabila benar terdapat penyesuaian atau perubahan menu dari nasi putih menjadi hamburger, masyarakat berhak mengetahui alasan kebijakan tersebut, termasuk apakah perubahan itu telah melalui kajian ahli gizi, mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, serta sesuai dengan pedoman teknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Masyarakat tidak membutuhkan spekulasi, tetapi membutuhkan penjelasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika memang terdapat perubahan menu dari nasi putih menjadi hamburger dengan isian irisan tomat, seledri, dan bahan lainnya, penyelenggara perlu menjelaskan dasar kebijakan tersebut, bagaimana kajian nilai gizinya, siapa yang menetapkannya, dan apakah tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Iwan Hammer.»
Ia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya menjadi kebutuhan media, tetapi juga hak masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang setiap hari mempercayakan pemenuhan gizi anak-anaknya melalui program tersebut. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan mengurangi munculnya asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi.
Iwan juga berpandangan bahwa apabila perubahan menu dilakukan karena pertimbangan teknis, ketersediaan bahan pangan, efisiensi distribusi, atau alasan lainnya, maka penjelasan tersebut sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun persepsi negatif terhadap pelaksanaan program.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak SPPG Kecamatan Onembute maupun Badan Gizi Nasional mengenai informasi yang berkembang terkait dugaan perubahan menu tersebut. Karena itu, seluruh informasi yang berkembang masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak yang memiliki kewenangan.
Liputan:M.Nur
















