Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Gubernur Melki: Literasi dan Inklusi Keuangan Jadi Fondasi Generasi Muda NTT Hadapi Tantangan Ekonomi

11
×

Gubernur Melki: Literasi dan Inklusi Keuangan Jadi Fondasi Generasi Muda NTT Hadapi Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

KUPANG | BreakingNewsPost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata bersama Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto serta jajaran OJK NTT dan Bank NTT, Senin (10/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT tersebut membahas Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), khususnya dalam mendukung pelaksanaan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 tingkat Provinsi NTT.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, terhadap pengelolaan keuangan secara bijak.

Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 tingkat Provinsi NTT akan dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao dan dilaksanakan secara hybrid di 22 kabupaten/kota se-NTT.

Kegiatan tersebut menargetkan sedikitnya 200.000 pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Target tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menanamkan kebiasaan positif kepada generasi muda NTT agar mampu mengenal, memahami, dan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ujar Kepala OJK NTT.

Tidak Berhenti pada Seremoni

Gubernur Melki menekankan agar gerakan menabung bagi pelajar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, program tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas sehingga kebiasaan menabung benar-benar tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni semata, harus di-follow up agar anak-anak kita memiliki kebiasaan menabung sejak dini,” kata Melki.

Ia menilai keberhasilan program tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah pelajar yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari perubahan perilaku dan terbentuknya kebiasaan menabung secara berkelanjutan.

“Gerakan menabung sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak NTT menjadi pribadi yang disiplin, mampu merencanakan kebutuhan, menghargai nilai uang, serta memiliki kesadaran untuk mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Lebih jauh, Melki menyebut penguatan literasi dan inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

Pemahaman keuangan yang baik, kata dia, tidak hanya mendorong pelajar untuk gemar menabung, tetapi juga mengenalkan mereka pada perencanaan keuangan, penggunaan layanan keuangan secara bijak, serta pentingnya membangun budaya finansial yang sehat.

Menjangkau Pelajar di Seluruh NTT

Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar program tersebut dapat menjangkau seluruh pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses.

Pelaksanaan secara hybrid di 22 kabupaten/kota dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan Hari Indonesia Menabung sehingga pesan tentang pentingnya literasi dan budaya menabung dapat diterima secara lebih luas oleh pelajar di NTT.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, OJK, Bank NTT, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, guru, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting agar gerakan tersebut tidak berhenti pada satu momentum.

Kolaborasi itu diharapkan mampu menjadikan budaya menabung sebagai kebiasaan yang tumbuh secara berkelanjutan di kalangan generasi muda NTT.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam audiensi tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Lerry Lupidara serta Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selvi Nange.

Penulis: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *