Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pesona Teluk Tamiang, Destinasi Wisata Bahari Andalan Kotabaru

9
×

Pesona Teluk Tamiang, Destinasi Wisata Bahari Andalan Kotabaru

Sebarkan artikel ini

KOTABARU | BreakingNewsPost.Id — Pantai Teluk Tamiang menawarkan bentang alam pesisir yang menjadi salah satu daya tarik wisata bahari, Desa Teluk Tamiang, kecamatan Pulau Laut utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada Sabtu (22/8/2026), panorama laut biru, pasir putih, perbukitan hijau, serta kehidupan masyarakat pesisir menjadi wajah yang menonjol dari destinasi wisata di ujung selatan Pulau Laut tersebut.

Secara administratif, Desa Teluk Tamiang berada di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, bukan Kecamatan Pulau Laut Utara. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Bupati Kotabaru Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah Administrasi Desa Teluk Tamiang.

Pantai Teluk Tamiang memiliki karakter wisata bahari yang kuat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kawasan tersebut sebagai destinasi wisata bahari dengan pasir putih, air laut jernih bergradasi biru hingga toska, serta terumbu karang yang menjadi salah satu daya tarik bawah lautnya. Kawasan tersebut juga dilengkapi sejumlah aktivitas pendukung, termasuk penyewaan perahu dan kegiatan konservasi terumbu karang.

Keindahan Teluk Tamiang tidak hanya terlihat dari garis pantainya. Laut yang membentang di depan permukiman warga berpadu dengan perbukitan hijau dan hamparan pohon kelapa. Dari sejumlah titik ketinggian, wisatawan dapat menikmati panorama teluk sekaligus aktivitas masyarakat pesisir.

Potensi tersebut membuat Teluk Tamiang tidak sekadar menjadi tempat menikmati pemandangan. Kawasan ini memiliki peluang untuk mengembangkan wisata bahari berbasis masyarakat, terutama melalui aktivitas perahu wisata, pengenalan ekosistem laut, serta produk ekonomi warga.

Pengembangan destinasi juga membutuhkan dukungan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Kotabaru meresmikan jalan di Desa Teluk Tamiang pada 4 Maret 2026. Pemerintah daerah menyebut peningkatan akses jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi.

Akses yang semakin baik dapat menjadi faktor penting dalam memperluas kunjungan wisatawan. Namun, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan penataan kawasan wisata agar peningkatan kunjungan tidak menimbulkan tekanan terhadap lingkungan pesisir.

Kekayaan terumbu karang menjadi salah satu modal utama Teluk Tamiang. Karena itu, pengembangan pariwisata perlu memperhatikan daya dukung lingkungan. Kebersihan pantai, kelestarian terumbu karang, pengelolaan sampah, serta aktivitas wisata di laut menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan destinasi.

Potensi wisata Teluk Tamiang juga mendapat perhatian dalam pengembangan fasilitas pendukung. Dokumen pemerintah daerah mencatat sejumlah dukungan terhadap kegiatan wisata di desa tersebut, termasuk fasilitas dan sarana yang berkaitan dengan pengembangan wisata masyarakat. Salah satu dokumen standar harga pemerintah daerah mencatat pengadaan tenda glamping untuk kelompok wisata di Desa Teluk Tamiang.

Di tingkat kecamatan, Teluk Tamiang juga menjadi salah satu lokasi kegiatan masyarakat. Pada Januari 2026, Desa Teluk Tamiang menjadi lokasi pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa desa tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat yang dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan.

Pengembangan pariwisata pada akhirnya bukan semata soal mendatangkan wisatawan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi modal utama destinasi.

Bagi masyarakat Desa Teluk Tamiang, wisata bahari dapat membuka peluang ekonomi melalui usaha kuliner, jasa perahu, penginapan, produk UMKM, hingga jasa pemandu wisata. Dengan pengelolaan yang tepat, aktivitas tersebut dapat menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Pemerintah daerah juga perlu menjaga keseimbangan antara promosi dan pengawasan. Semakin populer suatu destinasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap fasilitas umum, pengelolaan sampah, keselamatan wisatawan, akses transportasi, serta perlindungan kawasan pesisir.

Teluk Tamiang memiliki modal alam yang kuat. Laut yang jernih, pasir putih, perbukitan, terumbu karang, dan kehidupan masyarakat pesisir menjadi satu kesatuan yang membentuk karakter destinasi tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sendiri menempatkan Pantai Teluk Tamiang sebagai salah satu destinasi wisata bahari di wilayah Kotabaru.

Karena itu, pekerjaan rumah berikutnya bukan sekadar memperkenalkan Teluk Tamiang kepada lebih banyak wisatawan. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan kawasan tersebut tumbuh sebagai destinasi yang tertata, aman, bersih, ramah wisatawan, sekaligus tetap menjaga lingkungan.

Teluk Tamiang bukan hanya tentang laut dan pasir putih. Di balik panorama pesisirnya terdapat potensi ekonomi masyarakat, kekayaan ekosistem, dan peluang besar bagi masa depan pariwisata Kotabaru.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Teluk Tamiang dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata bahari yang memberi manfaat bagi masyarakat Desa Teluk Tamiang sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Kotabaru.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *