SULAWESI SELATAN — Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada Kamis (3/9/2026) kembali menjadi keluhan masyarakat. Gangguan pasokan listrik membuat aktivitas warga dan pelaku usaha terganggu, terutama ketika pemadaman berlangsung pada malam hari.
Kondisi gelap membuat sebagian warga harus menggunakan senter, lampu darurat, hingga sumber listrik cadangan untuk memenuhi kebutuhan penerangan. Aktivitas rumah tangga pun harus disesuaikan dengan kondisi listrik yang tidak menyala.
Bagi masyarakat, persoalan pemadaman bukan hanya mengenai hilangnya penerangan. Sejumlah peralatan rumah tangga dan perangkat elektronik tidak dapat digunakan selama pasokan listrik terhenti.
Gangguan juga berpotensi dirasakan pelaku usaha kecil. Toko, warung, usaha rumahan, serta kegiatan perdagangan yang membutuhkan listrik harus menyesuaikan aktivitas selama pemadaman.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab gangguan dan kepastian waktu listrik kembali normal. Warga membutuhkan informasi yang jelas agar dapat mengetahui kondisi jaringan serta mempersiapkan aktivitas selama pemadaman.
Aktivis masyarakat turut menyoroti persoalan tersebut. Ia meminta penyedia layanan listrik memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan pasokan.
Menurut aktivis tersebut, informasi mengenai penyebab pemadaman, wilayah terdampak, dan perkiraan waktu pemulihan penting disampaikan kepada pelanggan.
“Masyarakat membutuhkan kepastian. Kalau terjadi pemadaman, harus ada penjelasan yang jelas mengenai penyebab dan kapan listrik kembali normal,” katanya.
Ia menilai transparansi informasi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa listrik padam, tetapi juga memahami langkah penanganan yang sedang dilakukan.
Namun, penyebab pemadaman belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keluhan masyarakat. Gangguan kelistrikan dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk gangguan teknis, pemeliharaan jaringan, kondisi cuaca, maupun persoalan pada sistem kelistrikan.
Karena itu, informasi resmi dari pihak penyedia layanan menjadi penting untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Selain penyebab, masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai wilayah yang terdampak dan estimasi waktu pemulihan. Kepastian tersebut diperlukan karena listrik berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, perdagangan, pekerjaan, pendidikan, serta pelayanan masyarakat.
Bagi pelaku usaha kecil, pemadaman listrik dapat memengaruhi jam operasional. Peralatan seperti mesin, pendingin, komputer, perangkat pembayaran, dan peralatan produksi tidak dapat digunakan apabila tidak tersedia sumber listrik alternatif.
Sementara bagi rumah tangga, pemadaman pada malam hari membuat kebutuhan penerangan menjadi persoalan utama. Warga harus mencari sumber penerangan lain agar aktivitas tetap berjalan.
Aktivis tersebut berharap pihak penyedia listrik tidak hanya berfokus pada pemulihan jaringan, tetapi juga memperkuat komunikasi dengan pelanggan.
Menurutnya, pemberitahuan yang cepat mengenai gangguan dapat mengurangi keresahan dan membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu memperoleh penjelasan apabila pemadaman berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan jaringan. Informasi tersebut penting untuk membedakan pemadaman terencana dengan gangguan yang terjadi secara tiba-tiba.
Kini persoalan yang menjadi perhatian warga bukan sekadar listrik padam, tetapi juga kepastian pelayanan dan informasi. Ketika pasokan listrik terganggu, masyarakat membutuhkan jawaban mengenai penyebab gangguan, cakupan wilayah terdampak, proses penanganan, dan waktu listrik kembali normal.
Untuk memastikan informasi tersebut, konfirmasi dari PLN diperlukan. Penjelasan resmi akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pemadaman dan langkah yang dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik.
Masyarakat berharap gangguan segera ditangani dan pasokan listrik kembali normal. Mereka juga berharap informasi mengenai gangguan disampaikan secara terbuka sehingga pelanggan tidak berada dalam ketidakpastian.
Jika pemadaman terjadi dalam durasi panjang atau berulang, evaluasi terhadap keandalan jaringan tentu menjadi penting. Sebab, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, tetapi menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.Red















