SOPPENG — Kepala Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Buhari, terus menempatkan pelayanan masyarakat dan pembangunan desa sebagai bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Berbagai kegiatan di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan, dan partisipasi warga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa memperkuat pembangunan dari tingkat paling bawah.
Kepemimpinan Buhari terlihat dari pola pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pemerintah Desa Abbanuange berupaya memastikan warga yang memiliki keterbatasan tetap memperoleh pelayanan dan bantuan sesuai dengan ketentuan.
Salah satu bentuk pelayanan tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung warga yang tidak mampu datang ke kantor desa. Lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan secara langsung atau door to door.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik di tingkat desa tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. Aparatur desa justru dituntut aktif mendatangi warga ketika kondisi penerima bantuan memang membutuhkan pelayanan khusus.
Perkuat Kelembagaan Ekonomi Desa
Selain pelayanan sosial, pemerintah Desa Abbanuange juga memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Buhari tercatat terlibat dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Abbanuange melalui musyawarah desa khusus pada 2025. Dalam kelembagaan tersebut, Buhari dipercaya sebagai ketua pengawas.
Kehadiran koperasi desa diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Namun, keberhasilan lembaga tersebut pada akhirnya tetap bergantung pada tata kelola, transparansi, profesionalitas pengurus, serta kemampuan mengembangkan usaha yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Karena itu, penguatan kelembagaan ekonomi desa tidak cukup berhenti pada pembentukan organisasi. Pemerintah desa bersama masyarakat perlu memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelayanan BLT Menyentuh Warga Rentan
Pada sektor perlindungan sosial, Pemerintah Desa Abbanuange juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada keluarga penerima manfaat yang memenuhi kriteria.
Dalam penyaluran tahap kedua 2026, sebanyak delapan keluarga penerima manfaat menerima bantuan. Bagi warga yang sudah lanjut usia atau sedang sakit dan tidak memungkinkan hadir di lokasi penyaluran, pemerintah desa memberikan pelayanan khusus dengan mengantarkan bantuan ke rumah.
Pola tersebut menjadi salah satu contoh pendekatan pelayanan yang menempatkan kondisi penerima manfaat sebagai pertimbangan dalam pelaksanaan program.
Di sisi lain, penyaluran bantuan sosial tetap harus dilakukan berdasarkan data penerima yang sah, kriteria yang berlaku, serta mekanisme administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi menjadi penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Dorong Partisipasi dan Kebersamaan Warga
Pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan program ekonomi. Pemerintah desa juga memiliki peran dalam membangun kebersamaan sosial serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan.
Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan masyarakat Desa Abbanuange dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan. Pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026, perwakilan Desa Abbanuange turut ambil bagian dalam kegiatan seperti lomba gerak jalan dan qasidah.
Kegiatan semacam itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menunjukkan kreativitas warga. Bagi pemerintah desa, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam membangun rasa memiliki terhadap desa.
Pembangunan Tak Cukup dengan Seremonial
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintahan desa memiliki ruang yang luas untuk membangun pelayanan publik sekaligus menggerakkan masyarakat.
Namun, ukuran keberhasilan seorang kepala desa tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Prestasi pemerintahan desa juga perlu dilihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, kualitas pelayanan, keterbukaan pengelolaan anggaran, keberlanjutan program, serta perubahan sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
Karena itu, berbagai capaian yang dikaitkan dengan kepemimpinan Buhari perlu ditempatkan secara proporsional. Setiap penghargaan, prestasi, atau keberhasilan program idealnya disertai data dan bukti yang dapat diverifikasi sehingga publik dapat menilai secara objektif.
Dengan rekam kegiatan di bidang pelayanan sosial, kelembagaan ekonomi, pemberdayaan, dan partisipasi masyarakat, Buhari menunjukkan upaya membangun pemerintahan desa yang lebih dekat dengan warga.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebijakan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Abbanuange.Red















