SOPPENG | BreakingNewspost.id — Krisis air bersih dikeluhkan warga Bila Selatan, Kabupaten Soppeng, Minggu (13/9/2026). Pasokan yang disebut tidak mengalir normal membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan pelayanan air bersih.
Aktivis hukum Rudiandi, C.FLE., C.BJ., C.EJ., C.In. meminta pemerintah dan pengelola layanan menjelaskan penyebab gangguan serta langkah penanganannya.
“Yang perlu dijelaskan, mengapa pasokan terganggu, apa langkah pemerintah, dan siapa yang memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.
Gangguan pasokan membuat warga mencari sumber air alternatif. Namun, penyebab gangguan belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan lapangan, termasuk untuk mengetahui kondisi jaringan, sumber air, kapasitas pelayanan, atau faktor teknis lainnya.
Rudiandi juga mempertanyakan mekanisme pengawasan. Ia meminta kejelasan apakah laporan warga telah ditindaklanjuti, apakah pemeriksaan sudah dilakukan, dan kapan pelayanan ditargetkan kembali normal.
Respons Pemkab dan Pengelola
Hingga berita ini disusun, respons resmi Pemerintah Kabupaten Soppeng dan pihak pengelola layanan air bersih mengenai keluhan warga Bila Selatan perlu dikonfirmasi, termasuk penyebab gangguan, kondisi jaringan, langkah penanganan, serta target normalisasi pelayanan.
Pemkab dan pengelola juga perlu menjelaskan langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan warga apabila pasokan belum dapat dipulihkan dalam waktu dekat.Red















