BITUNG–BreakingNewspost.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyusul berakhirnya status peringatan tsunami di wilayah tersebut. Meski kondisi dinyatakan aman, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko lanjutan.
Imbauan tersebut disampaikan pemerintah daerah setelah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk BMKG dan BNPB, yang sebelumnya memantau perkembangan situasi pascagempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara.
Dalam keterangan resminya, Wali Kota Bitung bersama Wakil Wali Kota memastikan bahwa kondisi terkini relatif terkendali. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Bitung agar tetap tenang dan tidak panik. Meskipun kondisi sudah aman, kewaspadaan tetap harus dijaga,” demikian disampaikan dalam imbauan resmi, Kamis (2/4/2026).
Selain memastikan situasi keamanan, Pemkot Bitung juga menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam mengakses informasi. Di tengah situasi pascabencana, arus informasi yang cepat dinilai berpotensi memicu kepanikan apabila tidak disaring dengan baik.
Karena itu, masyarakat diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi diingatkan dapat menimbulkan keresahan di tengah upaya pemulihan kondisi.
Di sisi lain, warga juga diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial serta memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai tetap penting, mengingat wilayah pesisir memiliki kerentanan terhadap bencana alam.
Pemerintah Kota Bitung juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahap penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat disebut menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Utara. Dengan koordinasi yang baik dan kedisiplinan informasi, diharapkan masyarakat mampu menghadapi situasi darurat tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan.
Penulis: Tofan Angkobos















