Mamasa-BreakinbNewspost.id —Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menyusul laporan kekosongan di tingkat pangkalan, jajaran Polres Mamasa melakukan monitoring langsung ke sejumlah desa guna memastikan kondisi distribusi gas bersubsidi di masyarakat.
Pemantauan dilakukan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA di dua wilayah, yakni Desa Tondokbakaru dan Desa Mambulilling. Kegiatan ini dipimpin oleh Bhabinkamtibmas setempat, Irwan P.
Stok Kosong di Tingkat Pangkalan
Hasil monitoring menunjukkan bahwa stok LPG 3 kg di kedua desa tersebut dalam kondisi kosong di tingkat pangkalan saat pemeriksaan dilakukan.
Di Desa Tondokbakaru, pangkalan milik Leni Tokii yang berlokasi di Dusun Kendenan melayani sekitar 240 kepala keluarga yang tersebar di enam dusun. Distribusi gas dilakukan setiap hari kepada sekitar 40 kepala keluarga dan berlangsung enam kali dalam sepekan, kecuali hari Senin.
Meski pola distribusi berjalan rutin, saat monitoring berlangsung tidak ditemukan stok tabung LPG yang tersedia.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Mambulilling. Pangkalan milik Yesri Marunu di Dusun Passodo’kang melayani sekitar 150 kepala keluarga dengan jadwal distribusi lima kali dalam sepekan, yakni tidak beroperasi pada hari Senin dan Rabu. Namun, pada saat pemantauan, stok LPG 3 kg juga dilaporkan kosong.
Langkah Antisipatif Aparat
Kapolsek Mamasa, Ana Yudi Hayato, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Menurutnya, pengawasan di tingkat pangkalan penting dilakukan guna menghindari potensi penimbunan, keterlambatan distribusi, maupun penyimpangan lainnya yang dapat merugikan masyarakat.
Kerentanan Distribusi Energi Subsidi
Kelangkaan LPG 3 kg di tingkat desa menunjukkan adanya kerentanan dalam rantai distribusi energi bersubsidi, khususnya di wilayah yang memiliki akses logistik terbatas. LPG 3 kg sendiri merupakan kebutuhan vital masyarakat, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.
Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan berpotensi memicu keresahan, bahkan membuka peluang praktik penyimpangan seperti penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Koordinasi Lintas Sektor Diperlukan
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk distributor dan pemerintah daerah, guna menjaga stabilitas pasokan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa distribusi LPG subsidi dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Di tengah kondisi kekosongan stok, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Kepolisian juga mendorong warga untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi di lapangan.
Dengan pengawasan yang terus diperkuat, diharapkan ketersediaan LPG 3 kg di wilayah Mamasa dapat segera kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sumber;Humas Polres Mamasa















