Kaefamenanu-Breakingnewspost.id — Di tengah keheningan bukit-bukit perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Timor Leste, di sebuah sudut Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah kisah persatuan dan spiritualitas terukir indah. Bukan hanya menjaga kedaulatan, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Arhanud 2/ABW/2 Kostrad yang bertugas di Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat, TTU, menunjukkan wajah lain dari pengabdiannya.Mereka berpartisipasi aktif dalam pemasangan Salib di Taman Doa Gua Santa Maria Imaculata Nilulat, Paroki Oeolo Kabupaten Timor Tengah Utara, Keuskupan Atambua.
Ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Pemasangan salib raksasa yang terbuat dari campuran beton seberat sekitar 175 kilogram ini menjadi simbol kokohnya iman dan eratnya gotong royong. Berawal dari niat tulus seorang Bapak bernama Gony Nggadas dari Kupang yang menyediakan semua material—mulai dari gua, patung Bunda Maria, Corpus, hingga salib itu sendiri—proyek mulia ini diwujudkan oleh tangan-tangan warga setempat yang dibantu penuh oleh personel TNI.
Bayangkan saja, perjalanan salib seberat itu dari Kapela Nilulat menuju Taman Doa yang berjarak sekitar 1 kilometer. Di sinilah semangat kebersamaan itu memancar. Para prajurit TNI, dengan seragam loreng kebanggaan mereka, bahu-membahu bersama umat Lingkungan Nilulat memikul beban salib, menapaki jalanan terjal, melewati semak belukar. Keringat yang menetes bukan hanya menandakan kerja keras, melainkan juga ikatan persaudaraan yang semakin kuat antara warga dan penjaga perbatasan.Bapak Gony pun turut hadir, memastikan setiap langkah pekerjaan berjalan lancar hingga tuntas.
Kegiatan ini jauh melampaui sekadar konstruksi fisik. Seperti yang diungkapkan, Komandan Pos Nilulat Serka Rismala Adi Saputra:”Dengan datangnya kami prajurit TNI , harus menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.” Inilah esensi kehadiran TNI di perbatasan: bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat. Lanjutnya Pemasangan salib di gua Maria ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan personel Pos Nilulat dengan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam melestarikan budaya dan tradisi spiritual yang telah diwariskan oleh leluhur.
Pastor Paroki Sta.Maria Ratu Oeolo Romo Emanuel Fkun,Pr yang dihubungi via What’s up nya Sabtu(4/3/2026)menyampaikan proficiat akhirnya Corpus Christi sudah terpasang ,puji Tuhan.”secara pastoral dari rahim Paroki kami sampaikan terimakasih tak terhingga kepada teman -teman TNI yang telah berkolaborasi membangun sinergi dan kerjasama yang baik ,secara aktif bersama umat Katolik membantu memikul Salib , hingga ditancap di taman doa,tentunya ini adalah hal yang terukur,untuk kita di wilayah perbatasan,hal ini perlu kita jaga toleransi melampaui batas- batas sekat yang ada,termasuk sekat Agama. Dan terimakasih juga bagi Bapak Gony Nggadas dan Bapak Tony Lake berserta semua keluarganya yang telah memberikan perhatian besar sudah melengkapi seluruh aset di gua Maria Santa Maria Imaculata Nilulat.Hal ini menjadi kado Paskah terindah.Hari ini juga dalam senandung Sabtu Suci menuju Minggu Paskah tabir bait Allah yang kemarin terbelah jadi dua lewat aura dan sukacita kebangkitan,salib Tuhan Yesus dan Corpus nya adalah lambang kemenangan iman bagi kita semua “ungkap Romo Emanuel Fkun , Pr.
Ketika salib itu kini berdiri tegak di Taman Doa Gua Santa Maria Imaculata Nilulat, ia bukan hanya penanda sebuah tempat ibadah. Ia adalah monumen persatuan, bukti bahwa di tapal batas NKRI -TIMOR LESTE sekalipun, semangat gotong royong dan toleransi dapat tumbuh subur, mengukir kisah pengabdian yang menghangatkan hati dan menyatukan semua.
“Semoga dengan kegiatan pemasangan salib secara gotong royong bersama masyarakat bisa lebih memper erat hubungan antara masyarakat dengan Personel TNI yang bertugas di Pos Nilulat yang berbatasan langsung dengan distrik Ambenu -TIMOR LESTE dan dengan “jelas Serka Rismala Adi Saputra Komandan Pos Nilulat Batalyon Arhanud 2/ABW/2 Kostrad,lewat WhatsApp nya .
Adapun niat tulus dari Bapak Gony Nggadas mendirikan Gua Maria di Nilulat selain sebagai tempat Siara iman satu hal penting adalah untuk memenuhi kerinduan para orang tua yang sudah meninggal yang dulu mereka rindu bangun gua di Nilulat namun tidak sempat terlaksana karena keterbatasan dana. Para orang tua juga dulu telah menyerahkan Nilulat kepada Bunda Maria sebagai Santa Pelindung Pah Nilulat ( pah/ wilayah ).
Letak gua Maria dan Salib di Bnok be tun ( Bnokbe tunan ) / Bnoko Naek ( pekuburan Usi Lake / Usif Pah Bikomi/ Usif Sonaf Nilulat : Yohanis Oenunu Lake ).
Kontributor V.Sintu Lopes















