KEFAMENANU-BreakingNewspost.id — Umat Katolik di Gereja Santa Theresia Kefamenanu Keuskupan Atambua mengikuti Perayaan Ekaristi Paskah II, Senin (6/4/2026), dengan khusyuk dan tertib. Perayaan yang dimulai pukul 06.30 Wita itu dipimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku. Pr.
Dalam pengantar misa, Mgr. Dominikus mengajak umat untuk sungguh-sungguh mengalami kebangkitan Tuhan sebagai sumber sukacita sejati.
Ia menekankan bahwa perayaan Paskah tidak hanya menjadi momentum liturgis, tetapi juga pengalaman iman yang menguatkan, terutama bagi mereka yang lemah dan menderita.
Secara khusus, perhatian diberikan kepada umat yang sakit, lanjut usia, serta mereka yang hidup dalam keterbatasan, seperti jompo, kusta, janda dan duda. Menurutnya, kehadiran mereka dalam perayaan Ekaristi menjadi tanda bahwa Gereja tetap menjadi ruang penguatan iman bagi semua kalangan.
“Kita diajarkan untuk berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang berkekurangan,” ujarnya.
Dalam homilinya, Mgr. Dominikus mengangkat tema kebangkitan sebagai inti iman Kristiani. Ia mengutip seruan liturgis, “Inilah hari yang dijanjikan Tuhan, marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai bagi-Nya,” sebagai ajakan untuk memaknai Paskah secara mendalam.
Ia menjelaskan bahwa Hari Minggu, khususnya dalam masa Paskah, merupakan peringatan akan kebangkitan Kristus sekaligus hari kehidupan. “Hari kebangkitan adalah hari kehidupan. Dari sanalah iman kita bertumbuh,” katanya.
Mgr. Dominikus juga mengulas kisah Maria Magdalena dan Rasul Petrus yang mendapati kubur Yesus kosong. Menurutnya, jangan cepat cepat menarik kesimpulan yang terburu-buru, sebelum akhirnya memahami makna kebangkitan secara utuh. Dari peristiwa itu, umat diajak untuk tidak berhenti pada pemahaman dangkal dalam menghayati iman.
Sebagai orang beriman, lanjutnya, kepercayaan kepada kebangkitan Kristus sering kali bertumpu pada sabda sederhana, “Salam bagimu” atau “Damai sejahtera bagimu”.
Namun, justru dari kata-kata itulah umat memperoleh kekuatan, pengharapan, dan keselamatan.
Ia juga mengingatkan umat akan perutusan untuk mewartakan kabar gembira, sebagaimana pesan Yesus kepada para murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan kebangkitan.
“Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan hal-hal duniawi hingga melupakan Tuhan. Hanya Tuhan satu-satunya kebangkitan kita, yang mengubah kematian menjadi kehidupan,” ujarnya.
Di akhir homili, Mgr. Dominikus mengajak umat untuk bangkit dari “kematian iman”, yakni kondisi ketika manusia menjauh dari nilai-nilai kasih, pengharapan, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Perayaan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita Paskah. Umat yang hadir mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan dalam merayakan misteri kebangkitan Kristus.
Momentum misa Paskah II ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga refleksi bagi umat untuk memperbarui kehidupan rohani, sekaligus menghidupi nilai-nilai kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesudah merayakan misa kudus, dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada para kusta, jompo, janda, duda dan mereka yang sakit dari paroki paroki sedekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua.
Penyerahan bahan sembako secara simbolis dari YM.Mgr. Dominikus Saku, Pr kepada Bpk Andreas Abi.
Reporter : Bergita Abi















