Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pohon Lontar Bercabang Lima di Pulau Solor, Simbol Keunikan Ekologis dan Nilai Budaya Flores Timur

9
×

Pohon Lontar Bercabang Lima di Pulau Solor, Simbol Keunikan Ekologis dan Nilai Budaya Flores Timur

Sebarkan artikel ini

Flores TimurBreakingNewspost.id — bentang alam pesisir Pulau Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebuah fenomena alam yang tak lazim: pohon lontar bercabang lima. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus simbol kearifan lokal masyarakat setempat.

Pohon lontar tersebut berada di Desa Kalike Aimatan, tidak jauh dari kampung adat Lewolo. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer dari desa pesisir menuju perbukitan tempat pohon itu tumbuh.

Fenomena ini diperkirakan muncul sejak tahun 1990-an. Namun, menurut penuturan masyarakat, keunikan serupa pernah ditemukan sebelumnya di kawasan bukit dekat kampung adat, sekitar tahun 1960-an. Menariknya, pohon tersebut tumbuh dari satu batang utama yang kemudian bercabang, berbeda dari karakter umum pohon lontar yang biasanya tumbuh tunggal tanpa percabangan.

Tokoh adat setempat, John Hayon, yang mewakili suku Kolin, Koten, Maran, dan Sogen (Hurit), menyebut pohon ini bukan sekadar keunikan alam, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam bagi masyarakat.

“Ini adalah bagian dari identitas kampung adat kami. Pohon ini tidak berbuah, tetapi memiliki makna tentang nilai-nilai budaya Lamaholot, seperti kerukunan, kekeluargaan, kedamaian, gotong royong, dan kesetiaan menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Menurut John, masyarakat memandang fenomena tersebut sebagai lambang kekuatan komunitas (lewo), sekaligus representasi hubungan antara manusia, alam, dan kepercayaan terhadap leluhur.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah khusus yang mengkaji secara mendalam tentang pohon lontar bercabang lima tersebut. Meski demikian, sejumlah akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang pernah melakukan kunjungan ke kampung adat Lewolo untuk penelitian terkait rumah adat.

Secara ilmiah, pohon lontar atau Borassus flabellifer dikenal sebagai tanaman yang umumnya tumbuh tegak tanpa percabangan. Karena itu, kemunculan cabang pada satu batang pohon menjadi fenomena langka yang menarik perhatian, baik dari sisi ekologis maupun budaya.

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, lontar bukan sekadar tanaman biasa. Pohon ini kerap disebut sebagai “pohon kehidupan” karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari nira, daun, hingga batangnya.

Keberadaan pohon lontar bercabang lima di Pulau Solor ini menambah daftar kekayaan alam unik di wilayah NTT. Di balik keanehannya, tersimpan nilai-nilai budaya yang terus dijaga oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dan warisan leluhur.

Fenomena ini diharapkan dapat menjadi perhatian lebih lanjut, baik dari kalangan peneliti maupun pemerintah daerah, sebagai potensi edukasi, konservasi, sekaligus pengembangan wisata berbasis budaya dan lingkungan.

Reporter: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *