Kefamenanu-Breakingnewspost.id — Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Salah satunya melalui kegiatan penghijauan yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ansaof Mese di Bukit Kensulat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga lingkungan atau “paru-paru” Kota Kefamenanu.
Pada Sabtu (18/4/2026) pagi, anggota KWT tampak melakukan perawatan dan penyiraman tanaman yang telah ditanam sebelumnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghijaukan kawasan yang sempat mengalami kondisi gundul.
KWT Ansaof Mese beranggotakan 20 orang, terdiri dari 18 perempuan dan dua laki-laki yang berasal dari RT 12, RT 13, dan RT 15 di Kelurahan Kefa Utara. Mereka secara bergiliran merawat tanaman yang telah ditanam di area bukit.
Jenis tanaman yang dibudidayakan dalam program penghijauan ini meliputi mahoni, jambu mete, sonokeling, johar, dan bambu. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki daya tahan yang baik sekaligus berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan.
Salah satu anggota KWT, Gabriel Suni (57), mengatakan bahwa perawatan dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari.
“Setiap anggota bertanggung jawab menyiram tanamannya masing-masing. Ketersediaan air di lokasi sangat membantu kelancaran perawatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Imelda Lake dan Martha Heka. Mereka menjelaskan bahwa proses penghijauan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi, penyediaan bibit, penggalian lubang tanam, hingga proses penanaman di lokasi yang telah disiapkan. Bibit tanaman sebelumnya dirawat di polibag di sekitar rumah atau kebun kelompok sebelum dipindahkan ke Bukit Kensulat.
Upaya penghijauan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Lingkungan Hidup, yang telah berupaya melakukan penanaman di kawasan yang sebelumnya tampak gersang.
Selain kegiatan lingkungan, KWT Ansaof Mese juga menjalankan aktivitas sosial ekonomi. Kelompok ini rutin mengadakan arisan mingguan serta iuran anggota sebesar Rp2.000 yang disimpan dalam kas kelompok. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pendidikan anak serta keperluan rumah tangga anggota.
Adapun susunan pengurus KWT Ansaof Mese terdiri atas Petronela Unab sebagai ketua, Yosefina Ratrigis sebagai sekretaris, dan Yoneta Atok sebagai bendahara.
Kepala Biro Kabupaten TTU, Brigita Abi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan anggota KWT dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok perempuan, menjadi elemen penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kebersamaan KWT ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat. Mereka turut menjaga kelestarian alam dan kesehatan lingkungan sebagai paru-paru Kota Kefamenanu,” ujarnya.
Upaya penghijauan di Bukit Kensulat menunjukkan bahwa peran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Di tengah berbagai tantangan, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem.
Reporter: Brigita Abi















