Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Pematang Panjang Kini Sujud Syukur di Atas Jembatan Aramco TNI

21
×

Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Pematang Panjang Kini Sujud Syukur di Atas Jembatan Aramco TNI

Sebarkan artikel ini

PASAMAN BARAT-BreakingNewspost.id — Puluhan tahun terisolasi, warga Jorong Rurapatontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, akhirnya bisa bernapas lega. Jembatan Aramco TNI yang kini berdiri kokoh menjadi titik balik kehidupan masyarakat, memutus keterisolasian yang selama ini membelenggu aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Momen pertama kali jembatan itu dilintasi tak sekadar seremoni. Tangis haru pecah. Sejumlah warga bahkan menundukkan kepala, bersujud syukur di atas bentangan baja yang kini menjadi penghubung harapan.

“Ini bukan sekadar jembatan, Pak. Ini nyawa kami. Dulu kalau ada yang sakit malam hari, sulit dibawa berobat. Sekarang ambulans sudah bisa masuk. Alhamdulillah,” tutur Mak Uniang, warga setempat, Senin (20/4/2026), dengan mata berkaca-kaca.

Dari Isolasi Menuju Akses Terbuka

Selama bertahun-tahun, Rurapatontang dikenal sebagai wilayah dengan akses terbatas. Ketika musim hujan datang, sungai yang meluap kerap memutus jalur penghubung warga ke pusat nagari. Anak-anak terpaksa absen sekolah, sementara hasil pertanian seperti sawit dan karet kerap tertahan hingga rusak sebelum sampai ke pasar.

Kondisi ini juga berdampak pada ekonomi warga. Harga kebutuhan pokok melambung akibat mahalnya biaya transportasi, sementara hasil panen dihargai rendah karena terbatasnya akses distribusi.

Kini, dengan hadirnya Jembatan Aramco TNI, jalur penghubung utama telah terbuka. Warga tak lagi bergantung pada kondisi alam untuk beraktivitas.

“Dulu kami seperti ditinggalkan. Sekarang kami merasa negara benar-benar hadir. TNI bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu membuka akses kehidupan kami,” ujar Sutan Mangkuto, tokoh masyarakat setempat.

Harapan Baru di Balik Jembatan

Jembatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil. Lebih dari sekadar infrastruktur, keberadaannya diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga.

Namun demikian, masyarakat menyadari bahwa pembangunan belum sepenuhnya selesai. Akses jalan menuju jembatan masih menjadi tantangan, terutama saat kondisi cuaca buruk.

“Jembatan sudah ada, tapi kalau jalannya masih berlumpur, kendaraan besar tetap sulit masuk. Kami berharap pemerintah bisa melanjutkan sampai jalan diaspal,” kata Epi, warga setempat.

Selain itu, warga juga berharap adanya penguatan sektor pendukung seperti listrik yang stabil, jaringan telekomunikasi, serta pendampingan bagi kelompok tani dan pelaku usaha kecil agar manfaat jembatan bisa dirasakan secara maksimal.

Suara Terima Kasih dari Ujung Pasbar

Di tengah rasa haru, warga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pemerintah pusat, TNI, hingga pemerintah daerah yang dinilai telah menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Bagi warga Rurapatontang, Jembatan Aramco TNI kini bukan sekadar sarana penghubung, melainkan simbol perubahan nasib.

“Anak cucu kami nanti akan tahu, dulu kami hidup dalam keterbatasan. Sekarang, alhamdulillah, sudah jauh lebih baik,” tutur Sutan.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi awal dari pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat kehadiran negara di daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan.

(Eprisal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *