Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Warga Desa Pale dan Tanjung Niara Kolaborasi Siapkan Bibit Pala, Perkuat Ekonomi Lokal

5
×

Warga Desa Pale dan Tanjung Niara Kolaborasi Siapkan Bibit Pala, Perkuat Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

Maluku utara-BreakingNewspost.id —Semangat gotong royong kembali terlihat dalam kolaborasi warga Desa Pale dan Desa Tanjung Niara yang bersama-sama menyiapkan pembibitan tanaman pala, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan daerah.

Sejumlah kelompok ibu-ibu dari kedua desa terlibat langsung dalam proses pengisian tanah ke dalam polibag sebagai media tanam bibit pala. Sejak pagi, para peserta tampak bekerja secara bersama-sama, menyiapkan bahan dengan teliti agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Persiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah lapisan atas (topsoil), pupuk organik atau kompos, serta bahan tambahan seperti sekam atau pasir. Kombinasi tersebut bertujuan menjaga kesuburan, sirkulasi udara, dan drainase agar pertumbuhan akar bibit dapat berlangsung optimal.

Pengisian tanah ke dalam polibag juga dilakukan dengan memperhatikan tingkat kepadatan. Media tanam dibuat cukup kokoh untuk menopang bibit, namun tetap gembur agar akar dapat berkembang dengan baik. Setelah itu, polibag disusun rapi dalam bedengan guna memudahkan proses penyiraman dan perawatan.

Peran Perempuan dalam Pertanian

Keterlibatan aktif kaum perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Selain menunjukkan peran strategis ibu-ibu desa dalam sektor pertanian, kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi mereka dalam mendukung ekonomi keluarga.

Kerja sama dan ketelitian dalam proses pembibitan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan pada tahap awal budidaya tanaman pala.

Komoditas Bernilai Ekonomi

Tanaman pala dikenal sebagai komoditas rempah dengan nilai ekonomi yang tinggi serta memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, proses pembibitan yang dilakukan secara serius diharapkan mampu menghasilkan tanaman berkualitas yang siap dikembangkan di lahan produksi.

Harapan Pengembangan Berkelanjutan

Masyarakat berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus berlanjut sebagai model kerja sama antar desa. Selain meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan usaha pertanian, kolaborasi tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial serta membuka peluang ekonomi baru di masa mendatang.

(Marnisto Gula)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *