Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Infrastruktur Terabaikan, Warga Bulo Terpaksa Tandu Jenazah Melintasi Hutan

5
×

Infrastruktur Terabaikan, Warga Bulo Terpaksa Tandu Jenazah Melintasi Hutan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar-BreakingNewspost.id — Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan setelah warga di pedalaman Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih harus menandu jenazah sejauh sekitar 8 kilometer akibat akses jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lakkese dan sekitarnya, di mana kondisi jalan yang memprihatinkan memaksa warga mengandalkan tenaga manusia untuk menjangkau lokasi pemakaman maupun fasilitas kesehatan. Jalur yang dilalui pun tidak mudah, karena harus melewati hutan dan sungai dengan medan yang cukup berat.

Bagi warga setempat, situasi ini bukan hal baru. Keterbatasan akses transportasi telah lama menjadi bagian dari keseharian, terutama saat menghadapi kondisi darurat. Dalam beberapa kasus, keterlambatan penanganan medis akibat sulitnya akses dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi pasien.

Peristiwa penanduan jenazah ini pun dinilai sebagai gambaran nyata ketimpangan pembangunan di tengah berbagai program infrastruktur yang terus digencarkan di sejumlah wilayah lain. Warga menegaskan bahwa jalan bukan sekadar sarana penunjang aktivitas ekonomi, tetapi kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan nilai kemanusiaan.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru diperhatikan. Kami juga warga negara yang berhak mendapatkan akses jalan yang layak,” ujar salah seorang warga.

Di sisi lain, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana perbaikan akses jalan di wilayah tersebut. Kondisi ini memunculkan harapan sekaligus desakan dari masyarakat agar pemerintah kabupaten maupun provinsi segera mengambil langkah konkret.

Sejumlah pengamat pembangunan wilayah menilai, persoalan infrastruktur di daerah terpencil kerap dipengaruhi oleh faktor geografis yang sulit, keterbatasan anggaran, serta prioritas pembangunan yang belum merata. Meski demikian, akses jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dinilai seharusnya menjadi prioritas utama, setidaknya melalui penanganan darurat atau perbaikan bertahap.

Masyarakat berharap pemerintah dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan serta segera merealisasikan perbaikan akses menuju Dusun Lakkese dan wilayah pedalaman lainnya di Kecamatan Bulo.

Bagi warga, keberadaan jalan yang layak bukan semata persoalan pembangunan fisik, tetapi juga cerminan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *