wu Utara – Breakingnewspost.id – Kebakaran hebat melanda kawasan usaha milik warga di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Selasa pagi 05 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 Wita. Insiden ini terjadi di deretan lapak pedagang yang berada tepat di depan lapangan sepak bola kelurahan, lokasi yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas jual beli tengah berlangsung normal. Sejumlah pedagang sibuk melayani pembeli, sementara warga lainnya menjalankan rutinitas pagi. Namun suasana mendadak berubah mencekam ketika api tiba-tiba muncul dari salah satu kios dan dalam waktu singkat membesar tanpa dapat dikendalikan.
Berdasarkan informasi di lapangan, sumber api pertama kali diketahui berasal dari kios milik Misrawati (46), seorang pedagang makanan khas daerah. Sebelum kejadian, ia sempat memasak bahan kapurung menggunakan kompor di dalam kiosnya. Setelah selesai, ia memastikan kompor telah dimatikan, kemudian keluar untuk menata dagangan di bagian depan lapak.
Beberapa saat setelah itu, muncul percikan api dari bagian dalam kios, tepatnya di area meja yang diduga berkaitan dengan sambungan listrik. Percikan tersebut dengan cepat berubah menjadi kobaran api yang membesar, mengingat kondisi bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar seperti papan kayu, triplek, dan beratap seng.
Kapolsek Baebunta, IPDA Jumaing, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Ia menyebut, kondisi lingkungan sekitar yang terdapat bahan mudah terbakar turut memperparah situasi.
“Api dengan cepat membesar karena struktur bangunan yang mudah terbakar. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat bahan bakar minyak jenis bensin yang mempercepat penyebaran api,” jelasnya.
Melihat api mulai membesar, Misrawati sempat berusaha memadamkan kobaran menggunakan kain basah. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Api justru semakin membesar dan mulai menyambar dinding serta atap kios.
Dalam kondisi panik, ia segera menyelamatkan anaknya yang masih balita sebelum berlari keluar untuk meminta bantuan warga sekitar. Teriakan minta tolong sontak mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
Warga berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan air yang tersedia di sekitar lokasi. Namun karena lapak-lapak berdiri berdekatan dan angin cukup berembus, api dengan cepat menjalar ke kios-kios lain di sekitarnya.
Dalam hitungan menit, kobaran api telah melahap beberapa lapak sekaligus. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara dan terlihat dari jarak cukup jauh, menandakan besarnya kebakaran yang terjadi.
Kepanikan pun tidak terhindarkan. Para pedagang terlihat berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka semampunya. Ada yang berhasil mengevakuasi sebagian barang, namun tidak sedikit yang harus pasrah melihat lapaknya dilalap api tanpa bisa berbuat banyak.
Sebagian warga juga terlihat berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran, sementara lainnya membantu mengamankan area sekitar agar api tidak merembet ke permukiman warga yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena api sudah terlanjur membesar dan menjalar ke beberapa titik.
Petugas berjibaku memadamkan api, dibantu oleh aparat kepolisian serta warga setempat. Fokus utama pemadaman adalah mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi, termasuk rumah warga.
Setelah melalui upaya yang cukup intens, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Meski demikian, kebakaran tersebut telah menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada deretan lapak pedagang.
Sedikitnya tujuh lapak dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini. Jenis usaha yang terbakar pun beragam, mulai dari penjual nasi kuning, kios campuran, pedagang buah, hingga penjual makanan tradisional khas daerah.
Sebagian besar bangunan lapak mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hangus hingga rata dengan tanah. Sisa-sisa kebakaran terlihat berserakan di lokasi, menyisakan puing-puing dan arang dari bangunan serta barang dagangan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pedagang dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri. Namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta.
Kerugian tersebut mencakup bangunan kios, peralatan usaha, serta barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan. Bagi para pedagang, kejadian ini tentu menjadi pukulan berat karena berdampak langsung pada sumber penghasilan mereka sehari-hari.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Olah tempat kejadian perkara telah dilakukan, dan sejumlah saksi, termasuk pemilik kios, telah dimintai keterangan.
“Untuk sementara, dugaan awal memang mengarah pada korsleting listrik. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar IPDA Jumaing.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik, terutama di bangunan semi permanen yang rawan terhadap kebakaran. Selain itu, penyimpanan bahan mudah terbakar seperti bensin di sekitar tempat usaha juga diharapkan lebih diperhatikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, akan pentingnya standar keamanan dalam beraktivitas. Pemeriksaan rutin instalasi listrik, penggunaan peralatan yang layak, serta kewaspadaan terhadap potensi risiko kebakaran diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Di sisi lain, warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu para pedagang yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus membantu mereka bangkit kembali dan melanjutkan usaha yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.
Penulis: AsL













