Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPemerintah

Gubernur Melki Dorong Perbaikan Pendidikan dan Penguatan UMKM Pemuda, OMK TTU Apresiasi Ruang Dialog Pemerintah

4
×

Gubernur Melki Dorong Perbaikan Pendidikan dan Penguatan UMKM Pemuda, OMK TTU Apresiasi Ruang Dialog Pemerintah

Sebarkan artikel ini

TTU-BreakingNewspost.id — Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, di tengah kaum muda Katolik Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendapat apresiasi dari Orang Muda Katolik (OMK) setempat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari kualitas pendidikan, keterbatasan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat, dialog langsung antara pemerintah dan generasi muda dinilai menjadi langkah penting untuk menjembatani aspirasi dengan kebijakan.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua OMK Paroki St. Filomena Mena, Yanto Lau, saat mengikuti dialog bersama Gubernur NTT dan OMK se-Dekenat Mena di Kantor Dekenat Mena, Paroki St. Filomena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Kamis (11/6/2026).

Menurut Yanto, kehadiran gubernur secara langsung menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar menjalankan program dari balik meja, melainkan berupaya mendengar persoalan yang dihadapi generasi muda di lapangan.

“Dialog seperti ini penting karena apa yang kami sampaikan didengar langsung oleh Bapak Gubernur. Aspirasi yang muncul tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi mendapat respons dan peluang untuk ditindaklanjuti. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi perhatian terhadap peran kaum muda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Bagi OMK, forum tersebut bukan hanya pertemuan seremonial. Lebih dari itu, dialog menjadi ruang strategis untuk membicarakan berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga kontribusi pemuda dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pertemuan dengan masyarakat merupakan sumber energi bagi para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Bagi kami yang menjadi pejabat publik, bertemu masyarakat itu adalah vitamin dan energi. Ketika mendengar langsung harapan masyarakat, kami mendapatkan semangat untuk terus bekerja dan memperbaiki apa yang masih kurang,” kata Melki.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pendekatan pembangunan yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu fondasi penting dalam penyusunan kebijakan. Menurut Melki, pembangunan tidak dapat berjalan efektif tanpa keterlibatan aktif warga, terutama generasi muda yang akan menjadi penentu arah masa depan daerah.

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius dalam dialog tersebut adalah sektor pendidikan. Gubernur mengakui bahwa kualitas pendidikan di NTT masih menghadapi tantangan besar. Kemampuan akademik siswa di sejumlah indikator nasional masih berada pada kelompok terbawah sehingga membutuhkan langkah perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut, menurut Melki, tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Dibutuhkan dukungan keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan budaya belajar yang kuat.

Sebagai salah satu upaya konkret, Pemerintah Provinsi NTT menjalankan Program Jam Belajar Masyarakat yang berlangsung setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.

“Kami berharap seluruh aktivitas pemerintahan, gereja, maupun masyarakat dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar pada jam tersebut. Anak-anak harus kembali ke rumah, membaca, belajar, dan mendapat pendampingan dari orang tua,” ujarnya.

Program itu lahir dari kesadaran bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Investasi terbesar bagi masa depan NTT adalah peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas generasi muda.

Selain pendidikan, Melki juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia menilai berbagai kegiatan yang digagas OMK selama rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus tidak hanya memiliki nilai religius dan spiritual, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan banyak anak muda hampir selalu memunculkan aktivitas ekonomi baru, baik melalui pameran produk kreatif, usaha mikro, kuliner, maupun sektor jasa lainnya.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat kehidupan rohani. Ketika anak-anak muda bergerak, akan muncul aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata Melki.

Karena itu, ia mendorong agar setiap kegiatan kepemudaan didokumentasikan dan dievaluasi secara baik sehingga dampaknya dapat diukur. Data tersebut, menurutnya, akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas dukungan terhadap program-program serupa di masa mendatang.

Melki juga mengingatkan bahwa masa muda merupakan periode penting untuk membangun kapasitas diri. Ia mengajak generasi muda NTT untuk tidak takut mencoba hal-hal baru, memperluas wawasan, dan terus berinovasi.

“Anak muda adalah masa untuk belajar, berkembang, dan mencoba berbagai peluang. Jangan lewatkan masa emas ini. Gunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus memberi kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTU Falentinus Delasalle Kebo menilai forum dialog antara pemerintah dan kaum muda memiliki nilai strategis karena menjadi ruang pertemuan antara harapan masyarakat dan kebijakan pembangunan.

Menurutnya, generasi muda saat ini tidak boleh hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi harus menjadi pencipta masa depan bagi daerahnya sendiri.

“Orang muda tidak boleh menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku perubahan. Melalui forum seperti ini, gagasan, kritik, aspirasi, bahkan kegelisahan anak muda dapat disampaikan secara terbuka dan konstruktif,” kata Falentinus.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin berjalan hanya oleh pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi syarat utama untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Falentinus menilai Gereja Katolik selama ini telah memainkan peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat TTU.

Romo Deken Mena yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dialog bersama gubernur dan bupati merupakan momentum yang telah lama dinantikan oleh umat Katolik, khususnya kaum muda di wilayah Dekenat Mena.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus yang sebelumnya diawali dengan perarakan Arca Hati Kudus Yesus mengunjungi 10 paroki di wilayah Dekenat Mena.

Selain kegiatan rohani, berbagai perlombaan dan pameran ekonomi kreatif juga digelar untuk memberi ruang bagi OMK menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka di berbagai bidang.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman kaum muda, tetapi juga membantu mereka mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan semangat berkarya,” ujarnya.

Dialog yang berlangsung secara terbuka itu kemudian ditutup dengan kunjungan Gubernur Melki Laka Lena ke stan pameran UMKM milik anggota OMK. Dalam kesempatan tersebut, gubernur membeli sejumlah produk yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap usaha kreatif generasi muda.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang mendorong pengembangan ekonomi berbasis komunitas melalui konsep One Village One Product dan One Community One Product. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi NTT, dialog antara pemerintah dan kaum muda seperti yang berlangsung di Dekenat Mena menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan angka statistik. Pembangunan juga menyangkut bagaimana pemerintah hadir mendengar, melibatkan, dan memberi ruang kepada generasi muda untuk ikut menentukan arah masa depan daerahnya.

Bergita abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *