SOPPENG,BreakingNewspost.id – Kabupaten Soppeng kembali menjadi perhatian dalam skala lebih luas. Kali ini, giliran Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, yang terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan program strategis bertajuk Gerakan Pemulihan Ekonomi Nasional: UMKM Bangkit Kabupaten Soppeng 2026. Agenda besar ini direncanakan akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.
Kepala Desa Abbanuange, Buhari, menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, pemilihan desanya sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berharga sekaligus momentum penting untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Pemulihan ekonomi desa dan daerah sangat penting untuk kesejahteraan bersama. Semoga agenda ini membawa dampak nyata dan kemajuan bagi para pelaku usaha di wilayah kami,” ujar Buhari.
Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (DPW APKLI-P) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Ketua DPW APKLI-P Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, menilai bahwa pemilihan lokasi di tingkat desa merupakan strategi tepat untuk menjangkau basis ekonomi terluar. Pemerataan kesempatan usaha, menurutnya, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Kegiatan ini kami hadirkan sebagai wadah nyata bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk unggulan sekaligus memperluas jaringan kemitraan. Kami berharap inisiatif ini memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Soppeng,” ujar Iwan Hammer.
Ia menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang paling cepat bergerak dan menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, dukungan mulai dari akses pasar, promosi, hingga pendampingan menjadi sangat krusial untuk didorong.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas DPW APKLI-P Sulawesi Selatan, Rudiandi, menjelaskan bahwa konsep kegiatan dirancang agar mampu menjawab tantangan zaman. Pemberdayaan tidak cukup hanya dengan pelatihan, tetapi harus diikuti dengan pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Pemberdayaan UMKM tidak bisa hanya berhenti pada pelatihan. Harus ada kelanjutan berupa perluasan akses pasar, dukungan promosi, dan sinergi dengan berbagai pihak. Kami ingin kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan mampu membangkitkan semangat wirausaha masyarakat Soppeng,” jelas Rudiandi.
Keberadaan kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah desa, organisasi, dan masyarakat luas, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Hingga berita ini diterbitkan, berbagai persiapan teknis dan administrasi terus dimatangkan oleh panitia. Targetnya, pelaksanaan pada Agustus 2026 nanti dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
@Red















