MAKASSAR,BreakingNewspost.id — Di balik berbagai indikator pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif, suara dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menyisakan kegelisahan. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, menilai geliat ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha kecil yang setiap hari bergantung pada transaksi masyarakat.
Menurut Iwan, pedagang kaki lima merupakan salah satu indikator paling nyata untuk melihat kondisi ekonomi riil. Ketika daya beli masyarakat melemah, dampaknya langsung dirasakan oleh para pedagang melalui menurunnya omzet dan berkurangnya jumlah pembeli.
Kalau melihat kondisi di lapangan, ekonomi masyarakat kecil belum benar-benar pulih. Ramainya aktivitas belum tentu diikuti meningkatnya transaksi. Banyak pedagang mengeluhkan pembeli semakin selektif dalam berbelanja,” kata Iwan.
Ia mengungkapkan, keluhan tersebut tidak hanya datang dari Kota Makassar, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Berdasarkan aspirasi yang diterima APKLI-P Sulsel, banyak pelaku UMKM mengaku masih menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya operasional, fluktuasi harga bahan baku, serta persaingan usaha yang semakin ketat.
Menurut Iwan, ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi makro. Yang lebih penting, kata dia, adalah apakah pertumbuhan tersebut benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat kecil dan memperkuat daya beli.
Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna apabila manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke pedagang kaki lima, warung kecil, dan pelaku UMKM. Jika pedagang masih mengeluhkan dagangan sepi, itu menjadi masukan penting yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Iwan menegaskan, APKLI-P Sulsel tidak bermaksud menafikan berbagai program pemerintah yang telah berjalan. Namun, organisasi yang dipimpinnya merasa perlu menyampaikan kondisi yang dihadapi para pedagang sebagai bagian dari aspirasi masyarakat.
Ia berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah semakin memperkuat kebijakan yang berpihak kepada UMKM melalui kemudahan akses pembiayaan, pendampingan usaha, perluasan pasar, penguatan digitalisasi, serta penyelenggaraan kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan transaksi di tingkat akar rumput.
Selain itu, APKLI-P Sulsel mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan organisasi pelaku UMKM agar kebijakan ekonomi tidak hanya berhenti pada tataran program, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
UMKM adalah fondasi ekonomi nasional. Ketika pedagang kecil kuat, ekonomi daerah juga akan semakin kokoh. Karena itu, suara mereka perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam setiap penyusunan kebijakan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Iwan berharap evaluasi terhadap berbagai kebijakan ekonomi terus dilakukan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami hanya menyampaikan suara pedagang kecil yang setiap hari menghadapi dinamika pasar. Harapan kami sederhana, bagaimana kebijakan ekonomi benar-benar mampu meningkatkan daya beli masyarakat, menghidupkan kembali transaksi di pasar, dan menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan hingga ke lapisan paling bawah,” tutup Iwan.
@Red















