KUPANG, BreakingNewspost,id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan perbatasan melalui peningkatan perdagangan, investasi, industri, serta pengembangan sektor-sektor strategis yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dengan delegasi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Urusan Dalam dan Luar Negeri Timor-Leste bersama perwakilan pelaku usaha Timor-Leste di Ruang Rapat Gubernur NTT, Selasa (7/7/2026).
Delegasi Timor-Leste dipimpin Koordinator Bidang Kemitraan dan Reformasi Kabinet, Martins Magno, didampingi Staf Kementerian Perdagangan Lino M. Sarmento, Sekretaris III CRDTL di Kupang Domingos Meni, serta Advisor Shubash Mishra.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kemitraan. Berbagai peluang kerja sama dibahas, mulai dari penguatan perdagangan lintas batas, pengembangan pasar ekspor di Pulau Atauro, investasi energi baru terbarukan, pengembangan industri pengolahan garam, hingga pembangunan industri tangki air di NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Timor-Leste yang terus membuka ruang dialog dan memperkuat hubungan ekonomi dengan NTT. Menurutnya, kedekatan geografis, hubungan sejarah, serta interaksi masyarakat di kawasan perbatasan menjadi modal penting untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
Pemerintah Provinsi NTT pada prinsipnya menyambut baik setiap peluang kerja sama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh bentuk kerja sama antarnegara harus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait.
Karena menyangkut hubungan antarnegara, seluruh proses tentu harus mengikuti regulasi nasional dan mekanisme yang berlaku,” katanya.
Salah satu gagasan strategis yang turut disampaikan adalah rencana pembentukan Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan. Pemerintah Provinsi NTT menilai konsep tersebut berpotensi memperkuat konektivitas ekonomi dengan Timor-Leste sekaligus meningkatkan arus perdagangan dan investasi di kawasan timur Indonesia.
Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa gagasan tersebut masih berada pada tahap kajian. Pembentukan kawasan perdagangan bebas merupakan kebijakan strategis nasional sehingga memerlukan persetujuan pemerintah pusat serta dukungan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung.
Di sektor energi, Pemerintah Provinsi NTT melihat peluang investasi yang cukup besar pada pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya tenaga surya. Potensi tersebut didukung karakteristik wilayah NTT yang memiliki intensitas penyinaran matahari relatif tinggi sepanjang tahun.
Sementara itu, pada sektor industri garam, pemerintah menjelaskan bahwa kawasan industri garam di Kabupaten Rote Ndao saat ini sedang dikembangkan pemerintah pusat sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional. Karena itu, peluang investasi lebih diarahkan pada pengembangan sektor hilir, seperti pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk garam bernilai tambah.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyambut positif rencana investasi pembangunan industri tangki air. Kebutuhan terhadap sarana penyimpanan air bersih dinilai masih cukup tinggi mengingat sebagian wilayah NTT menghadapi musim kemarau yang berlangsung relatif panjang setiap tahun.
Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan, kedua pihak sepakat membentuk tim teknis untuk mengidentifikasi peluang kerja sama secara lebih rinci, termasuk aspek regulasi, investasi, dan mekanisme pelaksanaannya. Delegasi Timor-Leste juga mengusulkan penyusunan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal dalam memperkuat hubungan kemitraan kedua belah pihak.
Audiensi tersebut menjadi sinyal semakin eratnya hubungan antara Pemerintah Provinsi NTT dan Timor-Leste dalam membangun kerja sama ekonomi kawasan. Pemerintah Provinsi NTT berharap kolaborasi yang dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan kepatuhan terhadap hukum dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur.Apabila akan dimuat sebagai berita utama, naskah ini masih dapat diperdalam dengan menambahkan analisis mengenai nilai strategis hubungan ekonomi NTT–Timor-Leste, potensi perdagangan lintas batas, serta tantangan regulasi dan infrastruktur yang memengaruhi realisasi kerja sama tersebut.
Bergita abi















