Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pantauan Lapangan Berbeda dengan Klaim Ketersediaan Pertalite, SPBU Silang Empat Duo Koto Kehabisan Stok pada Siang Hari

26
×

Pantauan Lapangan Berbeda dengan Klaim Ketersediaan Pertalite, SPBU Silang Empat Duo Koto Kehabisan Stok pada Siang Hari

Sebarkan artikel ini

PASAMAN|BreakingNewspost.id — Persoalan ketersediaan BBM jenis Pertalite di SPBU Silang Empat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, kembali menjadi perhatian publik. Di tengah adanya informasi yang menyebut pasokan Pertalite di SPBU tersebut dalam kondisi tersedia, hasil pantauan langsung tim Breaking News justru menunjukkan kondisi berbeda.

Pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 11.38 WIB, tim media mendatangi SPBU Silang Empat untuk melakukan pengecekan langsung. Saat itu, Pertalite dilaporkan telah habis. Sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil yang datang untuk mengisi bahan bakar terlihat tidak dapat dilayani karena stok sudah tidak tersedia.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi yang dijumpai di lapangan dengan informasi yang sebelumnya berkembang mengenai ketersediaan Pertalite di SPBU tersebut. Namun demikian, perbedaan kondisi itu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran, karena ketersediaan BBM dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan, pola distribusi, hingga jadwal pasokan.

Sejumlah pengendara yang ditemui di lokasi mengaku kecewa karena harus kembali tanpa memperoleh Pertalite. Beberapa di antaranya menyatakan telah mendatangi SPBU dengan harapan masih tersedia stok, namun sesampainya di lokasi petugas menyampaikan bahwa Pertalite telah habis.

Bagi masyarakat Duo Koto, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan antrean yang panjang. Sulitnya memperoleh Pertalite berpotensi mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga operasional pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan bermotor.

Perbedaan antara informasi yang berkembang dan kondisi riil di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Dalam pelayanan publik, keterbukaan mengenai kondisi stok BBM dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara tepat dan tidak harus menempuh perjalanan yang sia-sia.

Karena itu, masyarakat berharap pihak pengelola SPBU bersama Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan mengenai penyebab habisnya Pertalite pada siang hari. Penjelasan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi itu dipengaruhi oleh tingginya konsumsi, keterlambatan pasokan, atau faktor teknis lainnya.

Di sisi lain, hasil pantauan lapangan juga menjadi masukan penting bagi instansi terkait untuk melakukan evaluasi apabila kondisi serupa terjadi secara berulang. Evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pelayanan kepada konsumen tetap optimal.

Pengawasan yang efektif terhadap distribusi BBM menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Sebab, kepastian pasokan energi memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari, khususnya di daerah yang mobilitas warganya sangat bergantung pada kendaraan bermotor.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak pengelola SPBU Silang Empat maupun Pertamina Patra Niaga terkait hasil pantauan tim Breaking News yang mendapati stok Pertalite telah habis pada pukul 11.38 WIB. Oleh karena itu, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.

Bagi masyarakat, yang paling dibutuhkan bukan sekadar kepastian bahwa BBM pernah tersedia, melainkan kepastian bahwa ketika mereka datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar, stok masih tersedia dan pelayanan dapat diberikan secara optimal. Kejelasan informasi, distribusi yang lancar, serta pengawasan yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan energi di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *