Soppeng|BreakingNewspost.id — Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Yayasan Pedulungi bersama Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem menggelar pertemuan dengan para orang tua santri sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam mendukung proses pembinaan santri.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, di Aula Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, pimpinan pondok, tenaga pendidik, serta orang tua santri. Agenda tersebut difokuskan pada penyampaian program pendidikan, pembinaan, administrasi, dan berbagai kegiatan yang akan dijalankan selama Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem, Mustafa, S.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran di dalam lembaga, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari orang tua di rumah.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pesantren dan wali santri menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta akhlak santri. Karena itu, setiap kebijakan maupun program yang dijalankan perlu dipahami bersama agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Selain memaparkan pola pembinaan santri, pihak pesantren juga menjelaskan berbagai ketentuan administrasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, jadwal kegiatan belajar, tata tertib, serta sejumlah program pengembangan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog antara pengelola pesantren dan orang tua santri. Sejumlah wali santri memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun harapan terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem.
Pihak yayasan menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan pesantren. Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses pendidikan diharapkan dapat diselesaikan secara musyawarah dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi santri.
Di sisi lain, pertemuan semacam ini juga mencerminkan pentingnya prinsip transparansi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Penyampaian program kerja, mekanisme administrasi, hingga agenda pembinaan secara terbuka memberi ruang kepada orang tua untuk memahami arah kebijakan pesantren sekaligus memberikan masukan apabila diperlukan.
Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem berharap seluruh program Tahun Ajaran 2026/2027 dapat terlaksana sesuai rencana melalui dukungan semua pihak. Sinergi antara yayasan, pengelola pesantren, tenaga pendidik, dan orang tua santri dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan pendidikan yang ingin dicapai, sekaligus memperkuat kemitraan antara pesantren dan keluarga dalam mendampingi perkembangan para santri selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Shirathal MustaQiem.
@jamaluddin















