Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Perubahan Menu MBG Disorot, Aktivis Desak SPPG Transparan Soal Sajian Hamburger

4
×

Perubahan Menu MBG Disorot, Aktivis Desak SPPG Transparan Soal Sajian Hamburger

Sebarkan artikel ini

KONAWE| breakingnewspost.id — Dugaan perubahan menu dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memantik perhatian publik. Sejumlah aktivis menilai keterbukaan informasi menjadi hal mendasar yang harus dijunjung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai menu yang disajikan kepada peserta didik.

Sorotan tersebut muncul setelah redaksi menghimpun informasi dari lapangan pada Jumat (24/7/2026). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sejumlah orang tua siswa dan warga, menu MBG yang sebelumnya diketahui berupa roti diduga berubah menjadi hamburger dengan isian irisan tomat, timun, dan daun selada.

Temuan Lapangan Masih Menunggu Verifikasi

Redaksi menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan perubahan menu tersebut masih berdasarkan hasil penghimpunan keterangan di lapangan dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak SPPG maupun Badan Gizi Nasional (BGN). Karena itu, informasi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kebijakan resmi penyelenggara MBG.

Perubahan menu pada dasarnya merupakan kewenangan penyelenggara program sepanjang tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Namun, menurut sejumlah warga, perubahan tersebut semestinya disertai penjelasan yang terbuka agar tidak memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Aktivis Desak Transparansi

Sejumlah aktivis yang mengikuti perkembangan pelaksanaan MBG menilai polemik tersebut seharusnya dijawab dengan keterbukaan, bukan dibiarkan berkembang menjadi spekulasi.

Mereka meminta SPPG menyampaikan informasi mengenai dasar penyusunan menu, alasan apabila terjadi perubahan sajian, serta memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada peserta didik telah memenuhi standar kecukupan gizi sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Menurut mereka, transparansi merupakan bagian penting dari akuntabilitas karena Program MBG merupakan program strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan jutaan peserta didik.

“Yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya bukan sekadar pergantian menu atau tidak, tetapi penjelasan yang terbuka sehingga tidak menimbulkan dugaan maupun kesalahpahaman,” ujar salah seorang aktivis.

Keterbukaan Dinilai Bangun Kepercayaan Publik

Sejumlah orang tua siswa juga berharap daftar menu harian maupun variasi menu dapat diinformasikan secara terbuka kepada sekolah dan orang tua. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui makanan yang dikonsumsi anak-anak sekaligus memahami kandungan gizi yang diberikan.

Mereka menilai keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG sekaligus mencegah beredarnya informasi yang belum terverifikasi.

Masih Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala SPPG Kecamatan Onembute maupun Badan Gizi Nasional mengenai informasi dugaan perubahan menu tersebut.

Redaksi juga masih menunggu penjelasan apakah sajian hamburger yang disebutkan oleh sejumlah warga merupakan bagian dari variasi menu yang telah ditetapkan sesuai standar gizi, atau terdapat kebijakan lain yang mendasarinya.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *